Apa yang Dimaksud Dengan Governor? Governor adalah, Pengertian, Klasifikasi, dan Fungsi Governor

Apa yang Dimaksud Dengan Governor? Governor adalah, Pengertian, Klasifikasi, dan Fungsi Governor - Apa yang dimaksud dengan governor? Governor adalah suatu alat yang amat fital sebagai pengendali pengoperasian pada Satuan Pembangkit (Turbi...

Apa yang dimaksud dengan governor? Governor adalah suatu alat yang amat fital sebagai pengendali pengoperasian pada Satuan Pembangkit (Turbine Generator atau Diesel) yang sanggup diatur baik secara manual ataupun secara automatis dengan prinsip kerjanya ialah mengatur kecepatan pada putaran tentu (isochonous) serta pengatur beban secara automatis melalui Speed Droop, dengan mengatur jumlah Uap yang masuk pada steam chamber ataupun penerapan bahan bakar fuel rack Unit Pembangkit (primover).

Kudu kita akui bahwasanya sejumlah besar dari level pengelola Satuan Pembangkit atau seorang teknisi yang menyelenggarakan trouble shooting beranggapan governor masih ditilik sebagai alat yang sakral untuk disentuh, sehingga sampai saat ini pemeliharaan governor kiranya masih adalah hak paten pabrikan melalui sub agennya, termasuk gangguan pada governor yang ringan sekalipun perlu dikirim ke agen service station khusus, tentu saja dengan cost yang gak sedikit, karena apa??? Setiap governor yang bermasalah kita enggak pernah tahu alat apa yang rusak pada governor tersebut kita membenarkan apapun yg diinformasikan oleh servicer, selain itu petugas pemeliharaan kita selama ini masih sedikit sekali yang mau memberanikan diri mengkaji berkenaan governor tersebut, hal ini karena kurangnya dukungan dari Manajemen di dalam menyodorkan kesempatan untuk mengamati maupun mempersembahkan kursus mengenai governor.

Padahal andaikan ditekuni via buku petunjuk, governor tidaklah serawan yang kita bayangkan selama ini untuk disentuh serta juga dibongkar sekalipun asal sungguh-sungguh terlebih dahulu diselidiki dengan benar dari prinsip kerjanya, penyetelan-penyetelan, pemeliharaan, pengoperasian, dan pengenalan peranan pada masing-masing bagian pada governor tersebut.

Dalam pemeliharaan governor akan jadi kendala apabila terbentuk kerusakan pada bagian-bagian yang fital, sebab selama ini berdasarkan pengalaman saya diskusi langsung dengan sebagian satuan pembangkit belum pernah mengadakan penggantian suku cadang governor yg dipenuhi oleh petugas pemeliharaan secara langsung, paling tidak sebelum governor yg terganggu dikirim ke service station, terlebih dahulu telah bida diidentifikasi kerusakan suku cadangnya, maupun bahwa harus dapat diusahakan terlebih dahulu dengan memperbaiki serta mengganti suku cadang (kanibal) dari bagian-bagian governor type yg sama yg telah tidak bertugas lagi.

Adanya ulasan ini diharapkan bisa menyerahkan pengetahuan yang benar bagian mengoperasikan, memelihara, mengenal bagian-bagian secara menyeluruh mengenai governor ataupun paling tidak dapat menimbulkan hasrat petugas pemeliharaan untuk mengenal lebih jauh berkenaan governor guna menjauhi karena tak tahunya petugas terhadap governor dalam pengoperasian sistem pembangkit membentuk suatu penghalang maupun penghambat didalam mengendalikan maupun menganalisa dilema / gangguan yg terjadi pada sistem pembangkit tersebut.

Governor dimanfaatkan sebagai ‘interface’ antara turbin penggerak serta generator. Pengaturan putaran turbin sejak turbin mulai bergerak sampai steady state dipenuhi oleh governor, menjadi bukan dilakoni alih oleh governor.

Fungsi esensial pengaturan putaran ini yakni untuk melihara kestabilan sistem secara keseluruhan tentang adanya variasi beban maupun gangguan pada sistem.

Ada dua mode operasi governor, adalah droop serta isochronous. 

Pada mode droop, governor telah mendapati “setting point” Pmech (daya mekanik) yg besarnya sesuai dengan rating generator maupun menurut kebutuhan. Dengan adanya “fixed setting” ini, output daya listrik generator nilainya senantiasa dan adanya perubahan beban tak dapat menyebabkan perubahan putaran turbin (daya berbanding lurus dengan putaran).

Sedangkan pada mode isochronous, “set point” putaran governor dikategorikan berdasarkan kepentingan daya listrik sistem pada saat itu (real time). Kemudian melalui internal proses didalam governor (sesuai dengan kontrol logic dari manufaktur), governor akan menyinkronkan nilai output daya mekanik turbin sehingga sesuai dengan daya listrik yang diperlukan sistem. Pada saat berlangsung perubahan beban, governor akan mengukuhkan setting point yang baru sesuai dengan aktual beban sehingga dengan pengaturan putaran ini diharapkan frekuensi listrik generator senantiasa berada didalam “acceptable range” serta generator gak mendapati “out of synchronization”.

Seperti halnya peranti listrik yang lain, governor juga mendapati keterbatasan kemampuan. Parameter-parameter governor, semacam daya mekanik, gas producer, speed droop, dll. lazimnya mempunyai nilai batas atas serta batas bawah sesuai spesifikasi dari pabrik.
Biarpun akselerator dipertahankan pada posisi yg sama, engine tidak dapat merawat putarannya didalam pra syarat idling (tanpa beban) tanpa dikontrol oleh governor. Governor bertugas untuk:

1. Melindungi kecepatan putaran engine pada saat suasana idling (low speed control function)
2. Mengawasi kecepatan maksimum engine (high speed control function)
3. Melindungi kecepatan engine yg disesuaikan dengan beban (intermediate speed control function).

Apa peranan governor pada motor diesel?
Fungsi Governor secara lazim yakni untuk mengontrol secara otomatis penyaluran bahan bakar sesuai dengan beban mesin.

Fungsi Governor secara spesifik yaitu sebagai berikut:
1. Memudahkan machine hidup saat start dengan memperbanyak penyuplaian penginjeksian bahan bakar
2. menjaga putaran setiap posisi
3. Membatasi kecepatan idle
4. Membatasi kecepatan maksimum
Governor menurut mekanismenya bisa dibagi dua macam:
1. Jenis Pneumatic (diafragma)
2. Jenis Mekanik (sentrifugal)

Prinsip Kerja Gvernor Pneumatic

1. Saat machine Start
Pada saat machine start kevakuman jadi kecil, venturi tambahan belum mampu mengalahkan main spring sehingga mainspring mendorong diafragma ke kanan serta control rack ke kanan. Langkah efisien makin panjang serta bahan bakar yang diinjeksikan juga semakin banyak

2. Saat putaran idle
Kevakuman venturi tambahan makin besar serta mampu mengalahkan main spring serta control rack bergerak ke kiri, langkah efisien jadi pendek serta kndisi ini idling spring menjaga diafragma

3. Saat putaran maksimum
Pada saat pedal diinjak, throttle membuka penuh kevakuman pada venturi tambahan makin kecil, mainspring mendorong diafragma ke kanan serta control rack bergerak ke kanan serta langkah cespleng jadi makin panjang serta bahan bakar diijeksikan lebih gadang

4. Saat Beban Maksimum
Pada saat beban maksimum, throttle membuka penuh, kevakuman pada venturi tambahan makin kecil, mainspring mendorong diafragma ke kanan serta control rack bergerak ke kanan serta langkah manjur makin panjang. Pada saat ini kecepatan diatur oleh full boadspring.

Prinsip Kerja Governor Mekanik
Bila engine berputar lambat (idle), gaya sentrifugal yang terbentuk belum mampu untuk menekan pegas (spring) maupun dengan kata lain gaya sentrifugal yang terbentuk sungguh-sungguh kecil, dengan demikian fuel control rack belum bisa bergerak.

Bila kecepatan machine bertambah, gaya centrifugal yang terjadi akan bertambah besar sehingga mampu menggerakkan flyweight kea rah luar.

Gaya centrifugal yang terjadi ini sekarang mampu untuk menekan pegas (spring). Dengan tertekannya pegas oleh gaya centrifugal maka fuel control rack akan bergerak kea rah kiri. Fuel control rack ini akan berhenti bergerak andaikan gaya centrifugal telah setimbang dengan gaya pegas.
Governor bisa dikelaskan sebagai berikut, sesuai dengan pendayagunaannya (idiosinkrasi pengontrolannya) serta sesuai dengan prinsip pengoperasiannya (mekanismenya).

Klasifikasi Governor berdasarkan pemakaiannya
Limit speed governor (disebut juga dengan minimum-maximum speed governor)
Tipe governor semacam ini mengontrol kecepatan minimum/rendah serta kecepatan maksimum engine. Kecepatan menegah/sedang dikontrol oleh operator dengan cara mengoperasikan akselerator. Governor ini luas dimanfaatkan pada automotive engine.

All speed governor
Sesuai dengan namanya, maka governor tipe ini mengontrol semua kecepatan engine, dari kecepatan minimum sampai dengan kecepatan maksimum. Tipe ini dibutuhkan untuk engine bangunan serta generator engine.

Dual purpose governor
Governor tipe ini mendapati dua buah tugas sekaligus, merupakan bertugas kayak limit speed governor serta all speed governor. Dua buah tipe tersebut bisa dipilih sesuai dengan penerapannya. Governor tipe ini luas didayagunakan untuk machine pemadam kebakaran serta truk sampah, karena machine ini perlu dikenakan untuk traveling serta beroperasi sesuai dengan fungsinya.
Mechanical governor
Mechanical governor dibagi jadi dua tipe yaitu, limit speed control serta all speed control. Tipe ini memakai gaya sentrifugal dari dua buah pemberat untuk mengerakkan control rack yang mengatur jumlah bahan bakar yang diinjeksikan ke ruang bakar.

Di samping ini ditunjukkan gambar prinsip kerja dari suatu mechanical governor. kalau dua buah pemberat diikatkan ke suatu poros serta poros tersebut diputar, maka pemberat tersebut akan berusaha untuk bergerak ke luar (sesuai dengan anak panah). Gaya ini ditutur dengan gaya sentrifugal.

Gaya sentrifugal akan bertambah seiring dengan meningkatnya putaran poros serta begitu pula sebaliknya. Ketika pemberat bergerak keluar hal ini membangkit titik B terdorong ke arah kanan melawan gaya pegas. Pergerakan titik B akan berhenti sekiranya udah timbul kesetimbangan antara gaya sentrifugal serta gaya pegas. Titik B diseliratkan dengan control rack pada pompa injeksi bahan bakar. menjadi ketika titi B bergerak akan menggerakkan control rack, control rack akan mengatur banyaknya jumlah bahan bakar yg diinjeksikan.

Pneumatic governor
Pneumaric governor adalah tipe all speed governor, dimana governor ini mengontrol kecepatan putar engine dari kecepatan rendah hingga kecepatan tinggi. cara kerja dari pneumatic governor ini menerapkan teori Bernoulli: “ketika udara mengalir serta melewati suatu pipa dengan kecepatan serta tekanan yg tetap, kecepatannya akan melambung dan tekanannya akan menurun bilamana udara tersebut melewati suatu pipa yg berdiameter kecil. Di samping ini ditunjukkan gambar dari prinsip kerja pneumatic governor. Pada pneumatic governor mempunyai semacam venturi unit yg dipasang pada inlet manifold serta governor unit yg dipasang pada bagian belakang pompa injeksi bahan bakar. Antara venturi unit serta governor unit keduanya digabungkan oleh sebentuk pipa berlubang. Pada saat negative pressure di chamber meninggi (karena aliran udara pada venturi unit meningkat), maka control rack akan bergerak ke kiri yang mendatangkan berkurangnya jumlah bahan bakar yg diinjeksikan ke ruang bakar. Sebaliknya, sekiranya negative pressure di chamber menurun (karena aliran udara pada venturi unit menurun), maka control rack akan bergerak ke kanan serta mendatangkan suplai bahan bakar yang diinjeksikan menurun. Dengan kata lain, governor beroperasi guna mengawasi control rack selalu di dalam posisi senantiasa (untuk mengawasi kecepatan putar engine selalu konstan) dengan metode mengatur keseimbangan antara negative pressure serta ketegangan pegas.

Combined governor
Governor tipe ini yakni gabungan anatara mechanical governor serta pneumatic governor. Pada kecepatan putaran engine rendah serta sedang dikontrol oleh pneumatic governor, serta pada saat kecepatan putar engine maksimum dikontrol oleh mekanikal governor.

Hydraulic governor
Pada governor tipe ini, pengontrolan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan diatur oleh tekanan hidrolik.

Electronic governor
Electronic governor dilengkapi dengan sebentuk microcomputer yg berperan untuk mengatur seberapa besar pergerakan dari control rack. dalam governor unit ditemukan sebentuk DC liniear motor yg bertugas untuk mengatur besarnya pergerakkan dari control rack.
Sebelumnya telah pernah disinggung sedikit berkenaan prinsip kerja dari berbagai ragam tipe governor, termasuk prinsip kerja mechanical governor secara umum. Sebelum kita menggali mengenai desain serta cara kerja dari mechanical governor tipe RSUV tersedia baiknya kita pelajari dulu tentang mekanisme dasar serta fitur pengontrolan pada governor, hal ini untk mempermudah pemahaman kita nantinya.

Mekanisme dasar serta partikularitas pengontrolan pada mechanical governor
Gambar yang akan ditunjukkan berikut ini akan menyerahkan penjelasan terhadap mekanisme dasar dari suatu mechanical governor. Selain itu juga, akan ditunjukkan terhadap perbedaan keistimewaan pengontrolan antara dua buah tipe mechanical governor, yakni antara all speed governor serta limit speed governor.

Pada gambar, gaya penekanan dari governor spring amat kuat, sehingga mampu mendorong shifter ke kiri. Besarnya gaya sentrifugal yang diakibatkan oleh flyweight mengikuti besarnya kecepatan putar engine, semakin besar kecepatan putar engine, maka secara proportional gaya sentrifugal yg dihasilkan oleh flyweight juga akan meningkat. Ketika gaya sentrifugal pada flyweight lebih gede daripada gaya penekanan governor spring, maka shifter akan terdorong ke arah kanan yang membawa dampak control rack bergerak ke arah perkembangan penginjeksian bahan bakar. Shifter akan berhenti bergerak manakala telah dicapai keseimbangan antara gaya sentrifugal flyweight dengan gaya penekanan pada governor spring.
Pada kurva (A) ditunjukkan hubungan antara posisi control rack dengan kecepatan maupun dinamakan dengan kurva keistimewaan pengontrolan, dimana pada kurva tersebut ditunjukkan bahwasanya pada saat putaran engine masih rendah, bahan bakar yg diijeksikan oleh pompa injeksi akan besar serta pada suatu titik kecepatan tertentu, bahan bakar yang diinjeksikan akan mualai menurun. seumpama kecepatan putaran engine pada titik tersebut masih menghadapi kemajuan, maka jumlah bahan bakar yg diijeksikanpun juga akan menghadapi penurunan sampai gak ada bahan bakar yg diinjeksikan sama sekali (engine berhenti). Pada kurva (A) cuma ditampilkan satu garis kurva saja, tapi bagaimanapun juga pada prakteknya tidak demikian. Semua kombinasi garis akan dimungkinkan tumbuh pada saat engine tersebut dioperasikan, semacam yang akan dijelaskan berikut ini.

Merubah besarnya gaya penekanan pada governor spring
Besarnya gaya penekanan yg dihasilkan dari governor spring bisa dirubah dengan metode merubah posisi dari control lever (B) serta menempatkannya pada posisi tertentu. seumpama kita menggerakkan control lever ke arah kiri (searah dengan arah jarum jam), maka besarnya gaya penekanan pada governor spring akan meningkat, demikian juga sebaliknya apabila kita gerakkan control lever ke arah kanan, besarnya gaya penekanan pada governor spring akan menurun. Pada saat control lever digerakkan ke arah kanan, maka gaya yg diperlukan oleh flyweight untuk menekan shifter ke arah kanan akan besar. Semakin ke kanan, flyweight akan berusaha dengan gaya yang betul-betul besar pula untuk mendorong shifter. kualitas pengontrolan kayak ini bisa ditunjukkan pada kurva (B). Pada saat kita menjalankan variasi perpindahan posisi control lever, maka akan ditemukan juga pelbagai variasi pengontrolan untuk masing-masing kecepatan. keistimewaan pengontrolan kayak ini dinamakan dengan all speed governor characteristic.

Menggerakkan bagian bawah dari floating lever ke arah kanan serta kiri
Floating lever yang disangkutkan dengan shifter pada governor bisa digerakkan ke arah kiri ataupun ke arah kanan dengan teknik mengoperasikan load control lever (C) dengan menunggangi accelerator pedal. Pergerakkan dari floating lever akan merubah posisi dari control rack, serta jumlah penginjeksian bahan bakar akan berubah juga. Pada saat load control lever digerakkan ke arah kanan (searah jarum jam), maka floating lever akan bergerak ke arah kiri serta control rack akan bergerak untuk menyusutkan jumlah bahan bakar yang diinjeksikan. Demikian juga sebaliknya, bila control load lever digerakkan ke kiri (berlawanan dengan arah jarum jam), maka floating lever akan bergerak ke arah kiri serta menarik control rack ke posisi pengurangan bahan bakar. kekhususan pengontrolan semacam ini ditunjukkan pada kurva (C). karakter pengontrolan yang ditunjukkan pada kurva (C) dinamakan dengan limit speed governor characteristic.
Sebetulnya, mechanical governor terdiri dari bermacam ragam tipe yang tak mungkin dijelaskan satu persatu didalam modul ini, maka didalam hal ini akan didengungkan satu di antara contoh tentang cara kerja dari mechanical governor, ialah mechanical governor dengan tipe RSUV (mengenai arti kode pada governor akan dijelaskan selepas pembahasan ini). Governor tipe RSUV dijadikan contoh karena diperhatikan bisa mewakili teknik kerja dari governor tipe yg lain. Selain itu governor ini juga sering sekali ditemukan pada perkakas berat. Tipe governor ini termasuk ke di dalam tipe all speed governor yg umum dipakai pada mesin-mesin konstrusi kayak bulldozer, wheel loader, hydraulic excavator, generator set, serta lain-lain. Di bawah ini ditunjukkan gambar potongan semacam mecahnical governor tipe RSUV.

Di di dalam governor ditemukan dua buah flyweight yang diikatkan ke gear shaft. Selain itu juga diperoleh semacam roller yang disangkutkan ke kedua buah flyweight tersebut dengan mengeksploitasi perantara dua buah poros. Roller tersebut akan bersentuhan dengan guide bush pada bagian ujungnya. Guide bush akan berputar bersama-sama dengan flyweight serta juga bisa bergerak didalam arah aksial.

Guide lever, pada bagian atasnya diikatkan ke rumah governor (governor case) dengan menunggangi semacam pin, serta pada bagian bawahnya diikatkan ke shifter. Shifter disatukan dengan bush, dimana diantara keduanya dipasang sebentuk bantalan, sehingga guide bush bisa berputar dengan bebas pada shifter.

Floating lever (ditunjukkan pada gambar di samping), bagian tengahnya diikat dengan memanfaatkan suatu pin pada guide lever, pada bagian bawah diikatkan ke tempat tinggal governor serta bagian atasnya diikatkan dengan control rack dengan perantara semacam link. Bagian atas dari floating lever diikatkan ke start spring, dimana start spring akan selalu mendorong bagian atas dari floating lever ke arah penginjeksian bahan bakar maksimum.
Seperti halnya guide lever, pada bagian atas dari tension lever diikatkan dengan memakai semacam pin ke rumah governor. Bagian atas dari main spring (governor spring) diikatkan ke swivel lever serta bagian bawahnya diikatkan ke bagian tengan dari tension lever. Swivel lever menyatu dengan control lever serta bisa bergerak didalam arah menyudut. Idling sub spring diikatkan ke bagian belakang dari governor serta berperan untuk menstabilkan putaran idling. Full load stopper bertugas untuk menghalangi pergerakkan dari control rack ke arah penginjeksian bahan bakar maksimum.

Engine Starting
Pada governor tipe ini, pada saat akan menghidupkan engine, control lever harus diposisikan ke posisi START. Posisi control lever yang seperti ini bakal membuat swivel lever terdorong ke kiri, sehingga governor spring akan meregang penuh. Meregangnya governor spring mengadakan tension lever bergerak/tertarik ke arah kiri sampai bagian bawahnya menyentuh full load stopper.

Kemudian shifter akan bergerak ke arah kiri, serta control rack akan terdorong oleh floating lever ke arah pertumbuhan jumlah bahan bakar yang diijeksikan, sehingga engine akan gampang untuk dihidupkan. Pada posisi kayak ini akan ditemukan celah (clearance) antara tension lever serta shifter. Celah ini bertugas untuk mengantisipasi superioritas jumlah injeksi bahan bakar. Pada saat terbentuk superioritas penginjeksian bahan bakar, karena adanya celah tersebut, maka control rack bisa bergerak ke arah minimum injeksi ataupun ke posisi idling.

Engine Idling
Jika control lever dikembalikan ke posisi IDLING stelah engine hidup, maka ketegangan governor spring akan berkurang, serta membawa dampak fly weight mengembang pada saat putaran rendah. Kemudian shifter akan bergerak ke kanan mendorong tension lever sampai menyentuh idling sub spring. Bergeraknya tension lever mengadakan floating lever juga bergerak ke arah kanan serta membawa control rack ke arah posisi idling. Pada saat rpm meningkat, fly weight akan mengembang serta tension lever terdorong ke kanan, pada saat ini idling sub spring akan bekerja untuk mengawasi rpm idling samapai berlangsung keseimbangan antara ketegangan idling sub spring dengan gaya yang dihasilkan oleh fly weight.

Full Load Running
Jika control lever diposisikan ke arah FULL-LOAD, governor spirng akan meregang serta menarik tension lever ke arah kiri sampai menyentuh full load stopper. Pada posisi ini, fly weight akan menutup serta control rack akan berangkat ke arah maksimum injeksi. Pada saat putaran engine tumbuh serta fly weight mengembang, maka shifter akan mendorong tension lever ke arah kanan serta mengarahkan control rack ke pengurangan injeksi, dengan demikian surplus putaran engine bisa dicegah.

No Load-Maximum Speed Running
Pada saat control lever di dalam posisi full load, serta tiba-tiba timbul penurunan beban yang sungguh-sungguh drastis, maka pertama kali yg terjadi ialah fly weight akan segera mengembang (karena timbul ekskalasi rpm) serta shifter akan mendorong tension lever ke arah kanan ke arah pengurangan injeksi. Pada saat bebannya turun hingga nol, maka gaya sentrifugal dari fly weight gak cuma dilawan oleh keteguhan governor spring saja, melainkan juga oleh idling sub spring. Rpm engine (no load maximum speed) akan dibatasi oleh keseimbangan antara gaya sentrifugal dari flyweight dengan keuletan spring.

Stopping
Pada saat control lever diposisikan ke STOP, governor spring akan bebas, begitu pula dengan tension lever. Swivel lever memilki sebentuk tonjolan (protusion), sehingga apabila control lever diarahkan ke posisi STOP serta swivel lever bergerak ke arah kanan, tonjolan pada swivel lever akan mendorong guide lever ke arah kanan, akibatnya control rack akan bergerak ke posisi STOP melalui perantaraan floating lever.
Newer Post Older Post Home