Apa Saja Kelebihan Kekurangan Suspensi Independen Pada Mobil?
Apa Saja Kelebihan Kekurangan Suspensi Independen Pada Mobil?

Apa Saja Kelebihan Kekurangan Suspensi Independen Pada Mobil?

Apa Saja Kelebihan Kekurangan Suspensi Independen Pada Mobil? - Salah satu type suspensi yg ada pada suatu mobil ialah suspensi jenis independen, suspensi ini sering kita temukan pada mobil mobil mewah / ...

Salah satu type suspensi yg ada pada suatu mobil ialah suspensi jenis independen, suspensi ini sering kita temukan pada mobil mobil mewah / mahal yang beredar di indonesia dimana mobil yg ditentukan suspensi jenis ini lebih mengutamakan kenyamanan sang pengemudi atau penumpangnya. Selain terpatok pada sejumlah jenis kendaraan mewah suspensi gaya ini juga paling melimpah dipakai untuk kendaraan off road. Suspensi independen ini kadang-kadang disebut juga dengan suspensi kupu kupu dimana gerakannya mirip dengan seekor kupu kupu terbang yg mengepakkan sayapnya.

Sesuai dengan namanya ialah independen, ketika sebentuk kendaraan yang memakai suspensi type ini melewati jalanan berlubang, maka pada salah satu maupun sejumlah roda akan bergerak secara bebas naik turun tanpa mempengaruhi roda yg lainnya.

Mengenal Jenis Sistem Suspensi Pada Mobil

Secara lazim, sistem suspensi yaitu kumpulan dari sebagian komponen yang membangun sistem dengan tujuan ataupun tugas untuk meredam getaran maupun juga kejutan yang diterima kendaraan dari permukaan jalan yg dilakoni kendaraan maupun mobil. Dengan sistem suspensi ini, maka pengalaman serta kenyamanan berkendara bisa terjaga dengan baik.

Dilihat dari teknik kerja suspensi pada mobil, sistem suspensi bisa dibedakan jadi suspensi independen, suspensi non independen (dependen) serta juga suspensi semi-independen.

Suspensi Mobil Independen

Suspensi independen yaitu sistem suspensi yg menguatkan roda mobil untuk naik serta turun mengikuti permukaan jalan tanpa mempengaruhi roda di seberangnya. Contoh dari sistem suspensi yang independen adalah Double Wishbone, Strut MacPherson serta juga Multi-Link.

Suspensi Mobil Dependen (Non-Independen)

Suspensi jenis ini lazimnya memakai solid axle untuk mencegah roda. Contoh dari suspensi dependen ialah per daun. Dibandingkan dengan sistem suspensi yang independen, suspensi tipe dependen semacam per daun ini lebih kaku serta bikin kenyamanan berkendara agak kurang. tapi kelebihannya adalah kapasitasnya yg condong mampu mengusung beban berat. Maka dari itu sistem suspensi ini masih berjibun dimanfaatkan pada truk besar maupun kendaraan komersil.

Suspensi Mobil Semi-Independen

Suspensi ini berada di antara kedua suspensi tersebut di atas. didalam suspensi semi-independen, pergerakan roda yg melalui jalan tak rata akan sedikit mempengaruhi roda yg tersedia di seberangnya karena roda kanan serta kiri enggak secara tegak terkoneksi, tapi masih bisa mempengaruhi. Contoh dari suspensi ini ialah Torsion-Beam.

Kelebihan Kekurangan Sistem Suspensi Mobil


Suspensi Mobil Independen

Kelebihan suspensi independen: Salah satu superioritas dari suspensi independen ini kaya yang sudah dijelaskan diatas ialah kamu tidak akan menikmati body mobil yg bergoyang goyang ketika kamu melintasi jalanan jelek serta berlubang. karena pada ke empat rodanya enggak saling berhubung satu sama lain serta cuma bertumpu pada masing masing suspensinya, sehingga misalnya roda belakang kanan menginjak lubang, maka cuma roda tersebut saja yang bereaksi bergerak naik serta turun. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat gambar diatas.

Kekurangan suspensi independen: Satu satunya kekurangan yang kedapatan pada sistem suspensi jenis independen ini ialah harganya yang betul-betul mahal seumpama menghadapi kerusakan, selain itu kontruksi yg benar-benar rumit menggarap proses perbaikan suspensi ini memerlukan waktu yg lebih lama ketimbang bentuk suspensi yg lain kaya misalnya suspensi axle ridgid maupun macpherson.

Teknologi Suspensi Independen

Ada berlimpah teknologi suspensi independen yang dipakai diantaranya yakni:

1. Swing axle

Swing axlea dalah tipe praktis suspensi independen yg dirancang serta dipatenkan oleh Edmund Rumpler pada tahun 1903. Ini yakni penemuan revolusioner di industri otomotif, yang menguatkan roda untuk bereaksi berkenaan penyimpangan dari permukaan jalan, Aplikasi Kendaraan pertama dipakai pada Rumpler Tropfenwagen (yang kemudian ditiru oleh Mercedes 170), Superior Standard serta Volkswagen Beetle. Ayunan jenis inipada awalnya dibutuhkan pegas daun serta peredam kejut (shock absorber). Selain itu juga  juga dimanfaatkan dalam pesawat generasi awal ( th 1910 ataupun sebelumnya), semacam Sopwith serta Fokker.

2. Sliding Pillar

Sliding Pillar yakni bentuk suspensi independen untuk mobil ringan. Dimana poros serta perakitan roda berapit pada tiang vertikal ataupun yang dapat beralih keatas serta ke bawah (seperti rel), Selain bergerak keatas serta kebawah juga diberi gerakan memutar. Suspensi Sliding pilar independen pertama kali dibutuhkan oleh Decauville pada tahun 1898, tercatat pertama contoh suspensi depan independen pada kendaraan bermotor. Suspensi sliding pilar juga sudah dipasang oleh sebagian produsen cyclecar, pembuat Tracta Perancis, serta sejumlah kendaraan prototipe.

3. Mac Pherson strut

Pada tahun 1949 Earle S. MacPherson mempatenkan MacPherson strut. Suspensi MacPherson strut adalah sistem suspensi depan yang paling berjibun digunakan, secara khususnya didalam mobil asal Eropa. Suspensi MacPherson strut menggabungkan shock absorber serta coil spring jadi satu kesatuan. Hal ini akan menimbulkan sistem suspensi yg lebih kompak serta ringan yang sanggup dibutuhkan untuk kendaraan front-wheel drive. sebab desain lebih mudah maka suspensi ini ongkos produksi/ pembentukannya murah. dibandingkan dengan suspensi gaya double wishbone maupun multi link.

Selain itu sebab mudah maka membentuk kendaraan lebih kompak sebab tidak terlalu berjibun makan tempat. Sehingga melimpah dibutuhkan untuk kendaraan berpenggerak front wheel drive. Sedangkan Kelemahannya karena hanya ditopong langsung oleh shockabsorber maka handling serta getaran akan langsung tersa di pengemudi, walau dewasa ini pihak perancang dari pabrikan telah berusaha memperbaiki kekurangan tersebut.

4. Upper and lower A-arm (Double wishbone)

Suspensi Double Wishbone, juga diketahui sebagai suspensi A-lengan, yaitu jenis biasa lain suspensi independen depan. sekalipun tersedia beberapa kemungkinan konfigurasi yang berbeda, bangunan ini lazimnya memakai dua lengan berbentuk wishbone untuk memegangi roda. Setiap wishbone, yg mempunyai dua posisi mounting frame serta satu di roda,  shock absorber serta coil spring dimanfaatkan untuk menyerap getaran.

Suspensi double wishbone membolehkan kontrol yang lebih besar atas sudut camber roda, Suspensi ini lebih stabil, serta sedikit efek goyang yg akhirnya menyerahkan  kemudi lebih konsisten (pure handling). Dengan kekhasan ini, Suspensi double-wishbone sekarang secara biasa sudah dipergunakan pada mobil-mobil secara khususnya mobil yang berdimensi lebih besar.

5. Multi-link suspension

Suspensi multi-link ialah suspensi yg memakai tiga ataupun lebih lengan lateral, serta satu ataupun lebih lengan memanjang. Definisi yg lebih luas menganggap setiap suspensi independen mendapati 3 kategori kontrol maupun lebih multi suspensi-link. Lengan ini enggak perlu dengan panjang yg sama, serta bisa berbentuk asimetris.

lazimnya setiap lengan mendapati sendi bola (ball joint) ataupun bushing karet pada setiap ujung ujung sendinya. sejumlah desain multi-link sememangnya menggunakan lengan wishbone, yang mempunyai dua ring di salah satu ujungnya. Pada suspensi depan salah satu lengan lateral digantikan oleh tie-rod, yang menyambung kemudi dengan hub roda.

6. Trailing arm suspension

Suspensi trailing arm, kadang-kadang disebut sebagai trailing link ialah arsitektur suspensi di mana satu ataupun lebih lengan (atau "link") menyatukan as roda serta sasis. Suspensi ini lazimnya dipakai pada as roda belakang. kaya yang dimanfaatkan pada Citroën 2CV, mempunyai lengan merangkaikan as roda serta sasis.

Desain Trailing arm didalam pembuatan poros bergerak sering cuma menggunakan dua maupun tiga link serta batang Panhard untuk sebagai roda lateral. Setiap hub roda terletak, lengan sekitar segitiga yang berporos pada satu titik, di depan kemudi. Trailing Arm juga dibagi lagi jadi sebagian diantaranya semi trailing. suatu lengan suspensi semi-trailing yaitu suspensi independen di mana setiap hub roda berada yang berporos pada dua titik. Trailing arm suspensi lazimnya dimanfaatkan untuk roda belakang kendaraan. Coba kamu menyelidik Mobil VW Beetle (VW Kodok) serta intiplah suspensinya, dia mengunakan sistem Trailing Arm.

Jenis Suspensi Lainnya yang digunakan pada mobil


Sistem Suspensi Mobil Per Daun
Per daun ialah sistem suspensi yg mungkin paling tua pada kendaraan. Bentuknya merupakan gabungan dari sebagian batang besi yang lentur dengan tersusun menumpuk. ekses dari suspensi per daun yakni desain yg sederhana akan tetapi sungguh-sungguh kokoh serta mampu menangkal beban berat dan mendistribusikan beban muatan secara merata pada rangka kendaraan. Sedangkan kekurangan dari sistem per daun yakni kenyamanan berkendara yang dirasa kurang.

Sistem Suspensi Torsion Beam
Jenis suspensi ini diklasifikasikan sebagai suspensi semi-independen serta berjibun dimanfaatkan pada jenis compact car dengan penggerak roda depan. umumnya, lebih sering terlihat pada mobil keluaran Eropa. superioritas suspensi Torsion Beam ialah sistem yang tak terlalu rumit serta juga cukup ringan. Selain itu, sistem suspensi cukup empuk dengan harga yg ekonomis. akan tetapi kekurangan dari Torsion Beam yakni mempunyai keterbatasan didalam pengaturan chamber.

Sistem Suspensi MacPherson Strut
Suspensi dengan type MacPherson Strut cukup terkenal dibutuhkan untuk mobil-mobil di Indonesia. Dimensinya yg kompak dan murahnya ongkos produksi ditambah dengan kinerja yang cukup baik mungkin jadi alasan pabrikan menentukan sistem suspensi yang sanggup dipakai pada roda depan maupun roda belakang mobil ini. superioritas dari sistem suspensi MacPherson Strut terlihat dari dimensi yg komak, harga efisien tetapi kinerja terbilang cukup baik. Sayangnya kekurangan dari sistem ini juga cukup banyak. Mulai dari posisi gerak vertikal yang bisa merubah posisi camber saat mobil bermanuver yang beresiko membangkitkan body roll, hingga getaran suspensi yg disalurkan ke rangka. Sehingga pabrikan wajib bisa menambahkan piranti untuk meredam getaran dan suara yg ditimbulkan supaya tak terasa pada kabin.

Sistem Suspensi Multilink
Sistem ini memakai beberapa lengan lateral serta juga lengan membujur, yang mampu beraksi untuk menyesuaikan panjang, renggang ataupun juga tekanan yg diterima. superioritas dari bentuk suspensi Multilink ini yaitu tingkat fleksibilitas yang baik sehingga mampu menyesuaikan sudut posisi roda kendaraan dengan permukaan jalan yg dilalui. tetapi kekurangan dari sistem ini yaitu sistem yg rumit serta harga yg terbilang mahal.

Sistem Suspensi Mobil Double Wishbone
Sistem suspensi ini disebut yg paling ideal untuk mobil jikalau mau memperoleh pengalaman pengendalian mobil terbaik. Dengan sistem suspensi ini, mobil bisa meredam tekanan yg diterima dengan baik. Selain itu, suspensi Double Wishbones didesain untuk melihara posisi roda supaya tegak lurus tentang permukaan jalan. keunggulan dari pemakaian sistem suspensi ini adalah kontrol pada camber yang ideal, sehingga pengendailan mobil juga terasa mantap. tapi kekurangannya adalah desainnya menginginkan ruang yang cukup luas serta juga harga yg mahal. Maka dari itu, sistem suspensi ini lebih berjibun dijumpai pada mobil dengan bentuk yang cukup lebar kaya mobil-mobil Amerika.

Fungsi Sistem Suspensi Pada Kendaraan

Sistem suspensi yaitu salah satu sistem pada kendaraan yg berujud untuk merealisasikan performa kendaraan yang maksimal, yakni dengan menyerap oskilasi, getaran, serta kejutan yang diakibatkan oleh permukaan jalan yg enggak rata dan bergelombang.

Saat ini, termuat dua jenis sistem suspensi yang digunakan, yaitu sistem suspensi rigid (dependent) serta sistem suspensi Independent. Sistem suspensi rigid (dependent) lebih berjibun dipakai pada mobil-mobil serta kendaraan niaga kaya colt, truck, bus, serta lain-lain sebab dianggap lebih tahan berkenaan beban serta muatan yang berat.

Sedangkan sistem suspensi independent lebih melimpah dimanfaatkan pada kendaraan-kendaraan penumpang semacam sedan, suv, mpv, serta lain sebagainya. Sistem suspensi independent menyerahkan tingkat kenyamanan yg lebih baik daripada sistem suspensi rigid.

Sistem suspensi diletakkan di antara roda-roda serta bodi kendaraan. lazimnya, sistem suspensi terdiri dari 3 (tiga) komponen pokok yaitu pegas (spring), peredam kejut (shock absorber) serta lengan suspensi (suspension arm).

Selain 3 komponen fundamental tersebut, sistem suspensi juga didukung oleh sejumlah komponen suspensi lainnya semacam karet bushing (cushion), ball joint, strut bar,  stabilizer bar, bumper suspension, dan sebagainya. Untuk lebih lengkapnya sobat dapat membacanya pada ulasan 10 Komponen suspensi mobil serta fungsinya

Adapun tugas dari sistem suspensi pada mobil ialah sebagai berikut:

1. Meluaskan kenyamanan serta stabilitas didalam berkendara
Fungsi sistem suspensi yang pertama adalah untuk memajukan kenyamanan serta stabilitas di dalam berkendara. Hal ini dapat dicapai karena sistem suspensi bekerja untuk menyerap oskilasi, getaran, serta kejutan dari permukaan jalan supaya tidak diteruskan ke body kendaraan.

Setidaknya tersedia 4 (empat) corak gerakan oskilasi yg terjadi pada kendaraan yaitu:

1. Pitching : gerakan oskilasi naik turun pada bagian depan serta belakang kendaraan mengenai titik tengah (titik berat) kendaraan dimonitor dari samping.

2. Rolling : gerakan bodi kendaraan miring ke salah satu sisi kendaraan, kanan atau kiri saat kendaraan menikung.

3. Bouncing : Bouncing yakni gerakan naik turun kendaraan secara keseluruhan saat melalui jalan bergelombang yg kerap terbentuk pada saat kecepatan tinggi.

4. Yawing : gerakan bodi kendaraan ke arah kanan serta kiri tentang titik tengah kendaraan diikuti dari atas kendaraan.

Dengan adanya sistem suspensi , maka pada saat mobil melaju diatas jalan yang tidak rata serta bergelombang, komponen suspensi kaya pegas akan menyerap kejutan dari permukaan jalan serta getaran dari roda-roda supaya gak diteruskan ke body kendaraan. Sedangkan komponen shock absorber berperan untuk meredam getaran oskilasi naik turun yang terjadi pada pegas.

Dengan begitu maka getaran yang muncul akibat permukaan jalan yang bergelombang dapat diredam serta tak diteruskan ke body kendaraan sehingga bisa meluaskan kenyamanan serta stabilitas di dalam berkendara.

2. Merapatkan Body kendaraan dengan roda-roda
Fungsi sistem suspensi yang kedua ialah untuk merangkaikan body kendaraan dengan roda-roda. Semua roda-roda pada kendaraan itu, terhubung dengan bodi kendaraan melalui jalur rangkaian sistem suspensi berupa: shock absorber, pegas, ball joint, suspension arm, dll.

Semua komponen yg kedapatan pada sistem suspensi ini jadi penghubung antara bodi kendaraan dengan roda, tetapi tidak kaku serta menyerahkan keleluasaan pada roda untuk bergerak naik turun mengikuti kontur serta permukaan jalan.

3. Meninggikan kemampuan serta daya cengkram roda tehadap jalan
Fungsi sistem suspensi yang ketiga yakni untuk menambah kemampuan serta daya cengkram roda tentang jalan. Betul, hal ini akan tumbuh diakibatkan oleh body pada kendaraan serta komponen suspensi lainnya akan menyodorkan tekanan serta dorongan pada roda supaya selalu kembali serta menekan ke permukaan jalan.

Posisi roda yg selalu tertekan oleh pegas serta bodi kendaraan, secara otomatis akan membentuk daya cengkram roda berkenaan jalan semakin meningkat. Terlebih disaat roda melewati jalan bergelombang.

Ketika melewati jalan bergelombang, roda kendaraan akan segera terdorong kembali kearah permukaan jalan akibat dorongan pegas sehingga daya cengkram kendaraan berkenaan jalan juga akan bertambah.

4. Menyokong Body kendaraan serta menjaga letak geometris antara body serta roda-roda
Fungsi sistem suspensi yg keempat yakni untuk kontributif body kendaraan dan menjaga letak geometris antara body dengan roda-roda. Sebagai sebentuk sistem, suspensi dirancang sedemikian rupa supaya bisa menopang bodi kendaraan tetapi tentu menyerahkan independensi kepada roda untuk bisa bergerak mengikuti kontur permukaan jalan.

Sekalipun roda bisa bergerak bebas, sistem suspensi juga selalu menjaga letak geometris roda mengenai bodi kendaraan supaya senantiasa menyerahkan kontribusi yang positif mengenai pengendalian.

Salah satu contohnya yaitu adanya penyetelan sudut-sudut kemudi pada sistem suspensi semacam penyetelan sudut camber, caster, toe-in, toe-out, serta lain-lain. Penyetelan sudut kemudi ini dijalankan pada sistem suspensi, dengan tujuan untuk menambah pengendalian serta dan kestabilan di dalam berkendara.

5. Mentransmigrasikan gaya gerak serta gaya pengereman yg terjadi di body kendaraan
Fungsi sistem suspensi yang terakhir ombro ketahui yaitu untuk mentransmigrasikan gaya gerak serta gaya pengereman yg terjadi di bodi kendaraan melalui gesekan antara jalan dengan roda-roda.

Saat mobil berakselerasi maupun saat mengadakan pengereman, gaya serta gerakan yg terjadi di bodi akan disalurkan melalui suspensi berangkat ke roda kendaraan. Oleh roda kendaraan, gaya tersebut berubah jadi gesekan serta tekanan yang kuat dengan permukaan jalan sesuai dengan gaya yg di ciptakan.

Misalnya saat pengereman, roda akan berhenti berputar supaya bisa mencengkram permukaan jalan agar kecepatan kendaraan berkurang. Pun sebaliknya, saat kendaraan ber akselerasi, maka roda akan menekan permukaan jalan sebagai pijakan pertama supaya kendaraan dapat melesat lebih cepat.

Semua gaya gerak serta gaya pengereman yg terjadi di mobil di pindahkan oleh suspensi ke permukaan jalan melalui roda-roda. Dengan begitu, maka gaya yg terjadi selama berakselerasi serta mengerem dapat lebih nyaman serta stabil.

Newer Post Older Post Home