Bagi Anda peselancar dunia maya pernahkan Anda membaca tentang netiquette medsos atau social media netiquette, dan apakah Anda paham betul tentang social media netiquette tersebut?

Sahabat transkerja yang budiman dimanapun Anda berada, dalam kesempatan yang baik ini, transkerja.com, mengajak Anda untuk mengetahui lebih dalam tentang social media netiquette, yuk simak ulasan dibawah ini;

Apa itu social media netiquette atau netiquette medsos?

Memahami Social Media Netiquette Etika Berinteraksi Lewat Media Sosial
Netiquette atau Netiket / internet etiquette atau  etika di Internet, adalah aturan konvensional sopan santun dalam berselancar di media sosial yang memfasilitasi interaksi melalui jaringan sosial antara masyarakat atau anggota profesi atau kelompok tertentu.

Media sosial merupakan bentuk komunikasi elektronik (seperti situs Web untuk jaringan sosial dan microblogging, serta forum) di mana pengguna menciptakan komunitas online untuk berbagi informasi, ide, pesan pribadi, dan konten lainnya. (Teks, Gambar, Video, dll).

Sejak perkembangan internet berubah dengan cepat, media sosial menjadi suatu revolusi yang terus mempengaruhi masyarakat. berkembangnya bentuk komunikasi dari media sosial, kebutuhan rasa netiket muncul terutama ketika mengirim atau mendistribusikan konten (Teks, Gambar, Video, dll).

Untuk beberapa hal, praktek netiquette tergantung pada pemahaman bagaimana mendistribusikan konten atau aspek-aspek lain dari internet benar-benar bekerja atau dipraktekkan. Netiquette merupakan tata cara berperilaku di dunia maya. Sama seperti dunia nyata, media sosial juga merupakan tempat berinteraksi dengan orang lain.

Netiquette mengatur perbuatan apa yang diterima secara sosial dalam situasi online atau digital ketika berkomunikasi melalui Internet atau jaringan sosial atau perangkat yang berbeda dari yang menerapkan ketika berkomunikasi secara langsung atau melalui audio (seperti telepon) atau videophone (seperti Skype video).

Berkomunikasi dengan orang lain melalui internet tanpa kesalahpahaman dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama karena ekspresi wajah dan bahasa tubuh tidak dapat ditafsirkan di dunia maya. Ini merupakan tantangan gaya hidup masyarakat untuk memahami social media netiquette etika berinteraksi lewat media sosial.

Adanya social media netiquette menumbuhkan dua perspektif tentang etiket sosial media. Berdasarkan pernyataan opini yang menyatakan bahwa etiket harus digunakan dalam setiap lingkungan media sosial; sementara di sisi lain berpendapat bahwa etiket membatasi kebebasan berekspresi. Oleh karena itu, beberapa rekomendasi telah diusulkan untuk mencoba menjaga terhadap kesalahpahaman ini.

Media sosial & Etiket

Media sosial adalah cara baru bagi masyarakat untuk berkomunikasi dengan banyak orang di dunia. Munculnya media sosial telah mendorong kebebasan berekspresi. Ini telah memotivasi individu untuk mengekspresikan kepentingan mereka, keyakinan, penilaian, pandangan, dan opini.

Sosial media telah menyebabkan kenaikan dalam ekspresi, perasaan dan ide-ide dari orang-orang yang dinyatakan mungkin merasa sulit untuk menggambarkan diri mereka secara pribadi dan interaksi tatap muka.

Dunia telah mengembangkan rasa yang lebih besar dari kebebasan berekspresi karena sensor yang terbatas. Kebebasan yang baru-baru ini ditemukan telah mendorong kontroversi di seluruh dunia. Pertanyaan yang tersisa, Haruskah etiket memiliki tempat di media sosial?

Debat yang sedang berlangsung

Masyarakat terus memiliki emosi yang bercampur aduk tentang peran etika dalam media sosial. Salah satu sisi argumen akan setuju bahwa etiket harus berperan dalam media sosial. "Sama seperti di dunia nyata, ada cara yang tepat untuk berperilaku di dunia nyata, dan ada cara yang tepat pula untuk berperilaku secara online.

Berlatih etiket media sosial yang baik dapat bermanfaat bagi pengguna dan masyarakat. Manfaat menggunakan etiket termasuk balasan, menghormati dan kehandalan dalam masyarakat. 

Satu sisi lain dari orang-orang berargumen akan setuju bahwa etiket tidak harus memainkan peran dalam media sosial, karena di anggap membatasi kebebasan berekspresi.

Tanpa pembatasan dan keterbatasan, cyber bullying, rasisme, seksisme, pandangan ekstrem dan serangan pribadi dapat timbul dalam masyarakat. Etiket Media Sosial adalah subjektif dan terus menimbulkan kontroversi di seluruh dunia.

Tips Aman Berinteraksi Lewat Media Sosial

Setiap orang mempunyai pemikiran yang unik, memiliki ide-ide yang luar biasa. Jangan karena adanya etiket media sosial, membuat Anda menjadi risih. Anda masih bisa berinteraksi dengan aman dan sehat di media sosial. Berikut adalah tips yang dapat membantu Anda untuk berinteraksi dengan cara yang sehat di sosmed.

#1. Jangan menganggap medsos adalah ruang pribadi Anda.

Saat Anda berinteraksi di medsos, perhatikan apa yang ingin Anda unggah di media sosial.  Medsos bukanlah ruang privat, karena media sosial adalah tempat dimana Anda bisa berinteraksi secara publik di dunia digital. Jadi jangan mengupload sesuatu yang sifatnya adalah pribadi, karena apa yang anda posting menyimpan jejak digital yang dapat dengan mudah ditelusuri.

#2. Jangan sebarkan kebencian

Tidak ada yang akan berhenti menggunakan jaringan sosial, jadi  untuk langkah aman berinteraksi di sosial media dengan cara yang sehat dan aman, jangan mengunggah hal yang mengandung ujaran kebencian atau hate speech. Pertimbangkan orang lain yang membaca mungkin akan merasa tersinggung dengan ujaran kebencian.

#3. Jangan berkata kasar

Hindari menggunakan kata-kata kasar di media sosial karena selain mengganggu kenyamanan orang lain, juga menunjukan kualitas diri.

#4. Reaksi

Perhitungkan reaksi yang akan muncul akibat suatu unggahan. Media sosial merupakan etalase branding penggunanya.

#5. Waktu

Perhatikan juga waktu dan durasi menggunakan media sosial. Ada jam tertentu yang sebaiknya tidak usah berada di media sosial, berlaku juga untuk mengunggah suatu informasi.

Memahami netiquette, bisa dilakukan kapan saja, tidak peduli berapapun usia mereka, belajar memahami etika berinteraksi lewat media sosial adalah keharusan, agar di masa mendatang tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan yang bisa  berlanjut  ke  ranah peradilan.

Bagai para orang tua yang memiliki anak di bawah usia yang disarankan, mulailah memberi pemahaman tentang etika berinteraksi di internet, sebelum berkenalan dengan medianya.

Sedang Trends Terkait: Memahami Social Media Netiquette Etika Berinteraksi Lewat Media Sosial

Advertisement