Ciri-Ciri Bearing Kompresor AC Mobil Rusak dan Cara Memperbaiki

Pada artikel ini, akan membahas tanda-tanda bearing kompresor AC yang mengalami kerusakan pada mobil. Berikut ialah ciri-ciri bearing kompresor ac mobil rusak.

Ciri-Ciri Bearing Kompresor AC Mobil Rusak

Kompresor AC merupakan komponen pada cooling system udara mobil. Tugas dari kompresor ini adalah mengirimkan tekanan pada agen pendingin atau di sebut juga cooling agent, lalu kemudian menyalurkannya. 

Apabila kompresor mengalami masalah maupun rusak, maka AC mobil tak bakal sanggup memproduksi udara dingin. Dalam kasus yang parah, kerusakan kompresor AC mobil sampai-sampai bisa bikin mesin mobil mati. Kerusakan pada kompresor AC dapat datang dari bagian bearing, berikut tanda-tanda bearing kompresor AC mobil rusak.

1. Udara terasa panas

Ciri pertama mengenai bearing kompresor AC rusak pada mobil dapat dirasakan dengan mudah,  yaitu dengan  merasakan hembusan udara yang dipicu oleh AC mobil. Bila hembusan udara yang dihasilkan AC terasa panas, dapat jadi bearing kompresor AC teman-teman sedang mendapati kerusakan. Bearing yang rusak gak bakal bisa menyalurkan refrigerant walhasil hembusan udara pun gak terasa sejuk.

2. Bunyi

Kompresor AC memiliki komponen yang kompleks. tatkala satu komponennya rusak, maka komponen lainnya pun akan terpengaruh. Begitu pula ketika bearing AC rusak. satu di antara tanda-tanda bearing kompresor AC kendaraan rusak yang sering sekali muncul ialah kompresor mengeluarkan bunyi tak biasa. Bagian yang rusak dapat bersinggungan dengan komponen lain, hal ini lah yang menimbulkan bunyi semacam decitan yang nyaring.

3. Coolant merembes keluar

Pada kompresor AC termuat bearing internal. Fungsinya, agar cairan pendingin tak keluar dari kompresor AC. Namun, seiring dengan pendayagunaan mobil, bagian ini dapat mengalami penurunan kondisi. Bearing sanggup menjadi aus dan bahkan rusak. Apabila keadaan ini terjadi, maka cairan pendingin pun bakal merembes keluar kompresor melalui bagian-bagian yang aus.

4. AC lebih sulit diatur

Kerusakan bearing akan berdampak pada performa kopling kompresor AC yang terganggu. fungsi dari kopling kompresor ini yaitu untuk mengatur kapan kompresor aktif juga nonaktif. Karena mengalami kerusakan, hasilnya AC lebih sulit untuk diatur. AC dapat tiba-tiba kencang, bahkan mati apabila komponen ini rusak. Selain itu, kualitas hembusan udara yang dihasilkan pun juga buruk.

Cara Menangani Bearing Kompresor AC Rusak

Ciri-Ciri Bearing Kompresor AC Mobil Rusak dan Cara Memperbaiki

Manakala kamu menjumpai tanda-tanda semacam yang udah disebutkan di atas, besar kemungkinannya bearing kompresor AC mobil rusak.

Kemudian, apa yang mesti dilakukan?

Sebenarnya, dengan mengganti bearing kompresor AC mobil yang rusak saja cukup. sobat masih sanggup tetap memakai kompresor AC kendaraan yang lama. 

Namun, situasi ini tidak direkomendasikan untuk jangka panjang.

Sebab, kerap kali kerusakan pada kompresor AC cepat menyebar.

Andaikan ada satu bagian yang rusak, maka besar kemungkinannya bahwasanya bagian lain pun ikut terdampak.

Untuk itu, sebaiknya jikalau kawan-kawan segera mengadakan penggantian kompresor AC tatkala menemukan tanda-tanda bearing kompresor AC mobil rusak.

AC yaitu satu di antara komponen vital pada mobil. kegiatan berkendara akan terasa nyaman dengan adanya AC, secara khususnya kala cuaca sedang terik.

Saat AC mendapati gangguan juga tak lagi dapat menghasilkan udara sejuk, berkendara pun terasa sulit. Gangguan pada AC sanggup bermacam-macam. 

Penyebab mesin mobil berat ketika AC hidup juga dapat kamu rasakan tiba-tiba.

situasi ini biasanya diakibatkan sebab tidak mengganti oloi secara teratur dan filter udara yang kotor.

Untuk itu selain memperhatikan komponen AC itu sendiri, ada baiknya memperhatikan juga unsur lainnya dengan baik. 

Mengenal Komponen AC Mobil dan Fungsinya

Ada berlimpah komponen AC mobil yang mempunyai peranan dan cara kerja berbeda walhasil kinerja AC dapat maksimal serta udara dalam kendaraan bisa lebih dingin.

Saat berada di dalam mobil, AC pastinya menjadi ‘perangkat’ berarti yang enggak boleh sampai dilewatkan. Keberadaan AC di dalam kendaraan memang cukup esensial, terlebih ketika cuaca sedang panas. Dalam hal ini, komponen AC mobil sendiri amat beragam.

Meski betul-betul dibutuhkan, masih melimpah yang belum tahu apa saja yang mencakup komponen pada AC mobil. Faktanya, beragam komponen ini jua memastikan bagaimana teknik maintenance AC biar gak rusak. Buat itu, berikut daftar komponen dalam AC kendaraan yang mesti sobat pahami.

Macam-Macam Komponen AC Mobil dan Fungsinya

Kompresor

Daftar sekarang ini akan diawali dengan piranti dan mendominasi performa AC merupakan kompresor. Fungsinya paling bermanfaat yaitu sebagai pemompa freon yang seterusnya disalurkan pada seluruh bagian sistem AC. Tanpa adanya penyaluran ini, AC kendaraan tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.

Ada dua bagian berguna dalam kompresor sendiri, ialah saluran hisap serta saluran buang. Keduanya saling bekerjasama untuk memompa udara berangkat bagian kondensor. Pada saluran hisap, tekanan yang dimiliki lebih rendah juga dihubungkan ke bagian evaporator.

Berbeda dengan saluran hisap, saluran buang malah memiliki tekanan yang cukup tinggi. Tekanan tinggi pada kompresor ini bakal menghubungkannya ke bagian kondensor.

Kondensor

Selanjutnya, beralih pada bagian berguna lainnya ialah kondensor. Sama kayak kompresor, kondensor juga mendapati fungsi yang amat penting.

Fungsi kondensor adalah sebagai pendingin dengan teknik melepaskan aura panas dari freon. gak sendiri, proses pendinginan ini dibantu oleh teman kondensor ialah cooling fan.

Receiver Dryer

Setelah selesai membahas kondensor, komponen lain yang juga keberadaannya tak boleh diremehkan yakni receiver dryer. peranan dari receiver dryer ialah menyaring kembali seluruh kotoran yang gak sengaja masuk pada sistem AC tersebut.

Seluruh kotoran yang masuk bakal disaring oleh alat ini. Mengingat fungsinya sebagai penyaring debu serta benda kotor, kamu wajib secara teratur membersihkan bagian receiver dryer ini. Setidaknya bersihkan minimal satu tahun sekali secara biasa untuk menjauhi kerusakan AC.

Expansion Valve

Anda pasti pernah menjumpai AC yang mengeluarkan seperti cairan bukan? dapat jadi cairan tersebut yakni freon berbentuk cair yang tak sengaja terlepas dari ‘kandangnya’. Berkaitan dengan itu, dalam AC mobil, diperoleh suatu komponen yang disebut expansion valve.

Tugas dari expansion valve yaitu mengubah freon yang bentuknya cair supaya menjadi bentuk gas dengan melewati proses spraying. Proses spraying ini dipasang untuk membikin temperatur pada freon dapat menjadi lebih dingin sebelum akhirnya dimasukkan ke evaporator.

Evaporator

Setelah keluar dari expansion valve, freon bakal masuk ke sebentuk perangkat yang disebut evaporator. Sebelum dialirkan pada bagian kabin, freon yang udah diterima oleh evaporator ini akan didinginkan terlebih dahulu.

Hasil pendinginan yang terbentuk di evaporator ini bakal menghasilkan udara yang segar dan sejuk di dalam kabin. Evaporator ini mendapati nama lain ialah filter AC mobil. Prinsip kerja dari evaporator ini sungguh-sungguh sedikit serupa dengan kondensor.

Suhu dingin dari freon lalu bakal kembali disalurkan ke bagian dalam core yang juga mendapati sirip layaknya semacam konduktor.

High Pressure Hose

Komponen seterusnya pada AC mobil yang wajib sahabat transkerja ingat adalah High Pressure Hose. fungsi fundamental bagian ini ialah sebagai saluran yang akan menjadi area freon cair mengalir dengan tekanan tinggi. meninjau pentingnya keberadaan High Pressure Hose ini, kamu harus merawatnya dengan baik.

Diameter dari High Pressure Hose ini lebih kecil andaikata dibanding dengan saudaranya ialah Low Pressure Hose. Perbedaan diameter ini mengakibatkan adanya perbedaan pada tekanan yang nantinya juga akan difungsikan untuk membikin sebentuk sistem spraying bisa bekerja.

Low Pressure Hose

Seperti yang udah sedikit dijelaskan pada poin diatas, Low Pressure Hose punya diameter yang sedikit lebih tinggi daripada sang adik, ialah High Pressure Hose. High Pressure Hose sungguh difungsikan untuk menyalurkan freon yang berada dalam bentuk cair.

Sedangkan Low Pressure Hose ini fungsinya untuk menyalurkan freon yang udah berbentuk gas dari bagian evaporator kembali lagi ke bagian kompresor. biar terlihat serupa, tapi High Pressure Hose juga Low Pressure Hose mempunyai fungsi yang berbeda.

Cooling Fan

Komponen AC mobil dan fungsinya yang wajib sahabat tahu seterusnya adalah cooling fan. Sesuai dengan namanya, piranti ini mesti berhubungan dengan proses pendinginan. Cooling fan bertugas untuk mendinginkan bagian kondensor pada AC kendaraan yang terdapat pada bagian depan radiator mobil.

Fungsi cooling fan ini sangatlah berguna untuk AC mobil. keadaan ini diakibatkan kala cooling fan sudah berputar juga berhembus, temperatur panas yang muncul pada freon akan berkurang ketika melebihi bagian kondensor.

Blower

Memiliki bentuk yang cukup mirip dengan cooling fans, blower punya fungsi yang berbeda cukup jauh dengan komponen tersebut. fungsi fundamental dari blower yaitu menghembuskan udara yang melalui bagian evaporator.

Komponen AC mobil yang satu ini jadi ventilator dari sebuah sistem ventilasi yang tampak pada mobil. meninjau dari deskripsi tersebut, pasti sahabat transkerja udah dapat mengenal seberapa berartinya blower pada AC mobil.

Freon

Sejak awal pembahasan, kata freon udah cukup kadang-kadang disebut. Tetapi, tahukah kamu apa itu freon dan fungsi utamanya? fungsi dari freon ialah sebagai refrigerant. bisa dikatakan kalau freon yakni sebuah gas khusus yang lazimnya memiliki temperatur normal yang dingin.

Sebelum freon melalui proses pendinginan, suhunya sudah mencapai angka 0 derajat celcius. pendayagunaan freon dalam AC mobil ini didasarkan pada kemampuannya dalam membendung radiasi panas yang lebih baik.

Magnetic Clutch

Beralih pada komponen electrical, yang pertama ada magnetic clutch. Komponen bernilai dan canggih ini akan mengatur waktu yang tepat untuk kompresor untuk bekerja walaupun pulley pada mesin senantiasa berputar sebagaimana seharusnya.

Keberadaan dari magnetic clutch ini sangatlah berguna karena ketika kompresor mulai untuk bekerja, tekanan pada freon akan menjadi semakin tinggi. Andaikata tekanan freon sedang tinggi, magnetic clutch akan menghentikannya.

Thermostat

Komponen esensial lain yang gak kalah berartinya dari piranti lain ialah thermostat. Komponen ini paling bermanfaat karena thermostat lah yang akan memberikan sinyal mengenai kondisi suhu yang kedapatan dalam kabin ke bagian kompresor secara otomatis.

Tak sekadar itu saja, dalam tubuh thermostat juga diperoleh sebuah sensor yang fungsinya untuk mendeteksi temperatur yang tampil dari dalam evaporator. dapat dikatakan pula bahwasanya thermostat mempunyai peranan bermanfaat karena dapat menjadi pengatur kerja kompresor AC.

Pressure Switch

Demi merawat keamanan sistem kerja AC mobil, ada sebentuk piranti yang disitir dengan Pressure Switch maupun singkatnya Press Switch. Komponen ini mendapati sensor liquid yang secara otomatis bakal bekerja berdasar pada tekanan yang diberikan.

Relay

Nama relay pasti sudah amat tidak asing lagi pada komponen mobil, mencakup pada komponen AC mobil. fungsi primer dari si beken relay ini adalah, untuk mengalirkan arus listrik yang berasal dari magnetic clutch, blower, juga piranti lain biar tak berlangsung kerusakan pada bagian lain.

Penyebab AC Mobil Tiba-Tiba Rusak

AC atau air conditioner wajib dirawat secara teratur supaya bisa bekerja dengan baik. Seumpama AC tiba-tiba bermasalah, dipastikan akan mengurangi ketenangan berkendara.

Beberapa kerusakan yang dialami pada AC kendaraan antara lain, AC enggak bisa dinyalakan, lalu AC mati total, seterusnya AC mati secara tiba-tiba, juga AC hidup-mati sendiri.

Sebagaimana dilansir situs resmi bengkel AC Rotary Bintaro, kerusakan ini sanggup diakibatkan oleh sebagian komponen. Apa saja?

1. Sekring Ac Putus

Hal ini dapat sebabkan enggak adanya mesin mobil dengan AC. Alhasil AC gak mendapatkan tenaga untuk mengaktifkan putaran. Putusnya sekring umumnya terjadi sebab korslet. Nah, supaya AC dapat difungsikan kembali, pastinya wajib mengganti bagian sekring.

2. Relay Ac Putus

Relay AC berperan sebagai pemompa arus listrik ke bagian magnetic clutch. Tatkala relay putus, mesti tidak ada lagi yang bekerja sebagai penyuplai arus listrik. Putusnya relay AC juga bakal membuat AC mati total.

3. V Belt Putus

V belt berperan sebagai penghubung antara kompresor dengan bagian putaran mesin. Seumpama V belt putus, mesti AC mobil tidak akan bekerja dengan baik. Alhasil, temperatur di dalam kabin bakal terasa panas.

4. Motor Cooling Fan enggak Bekerja

Cooling fan berperan untuk pembuang panas yang dipicu oleh kondensor. Ketika cooling fan enggak bekerja, temperatur di dalam kabin otomatis akan berubah dari dingin jadi kurang dingin sampai-sampai panas. Selain itu, AC kendaraan juga dapat mengalami overheating alhasil kerusakan yang ditimbulkan semakin parah.

5. Kompresor Ac Macet Total

Kompresor AC juga jadi komponen berguna dalam AC. Melambatnya performa kompresor lazimnya dikarenakan karena kompresor kehabisan oli, mampu juga karena kurang nya perawatan AC semacam menganti filter, ataupun faktor lain semacam ada kebocoran freon sistem, tapi tidak diperbaiki kebocorannya dan hanya direalisasikan pengisian freon saja akan tetapi oli kompresor enggak diganti maupun tambah.

6. Magnetic Clutch Putus

Magnetic clutch bertugas sebagai komponen untuk menerima arus listrik. Kala magnetic clutch-nya putus, otomatis AC bakal mati total. Kerusakan pada bagian magnetic clutch lazimnya dikarenakan karena korslet.

7. Kompresor Mati

Saat kompresor rusak atau mati, niscaya tidak ada lagi yang mengisap uap dari refrigerator evaporator. Selain itu, kompresor juga menguntungkan sebagai penyalur udara dingin ke bagian kabin mobil.

8. Oli Menipis ataupun Habis

Oli mobil habis niscaya bakal menyebabkan performa dari mesin mobil tidak baik. Situasi ini diakibatkan karena ketidaktelitian si pemilik mobil saat mengisi oli. Dapat juga karena adanya kebocoran pada bagian AC, alhasil AC mobil yang diisi cepat habis.

9. Resistor Blower menghadapi Kerusakan

Pada sebagian jenis mobil, kerusakan pada bagian resistor blower akan mengakibatkan mobil tersebut mati total. Andaikata hal ini terjadi, kamu mampu memeriksa bagian sambungan resistor blower apakah putus ataupun korslet.

10. Freon Menipis maupun Habis

Freon itu pada dasarnya tak akan berkurang ataupun habis andaikan tidak ada kebocoran, sebab cara kerja freon itu cuma bersirkulasi, menjadi kalau terdeteksi freon kurang maka yang mesti dilakukan cek kebocorannya dulu, lalu perbaiki atau ganti sesudah itu baru di isi kembali freonnya.

11. Evaporator Kotor

Evaporator bertugas sebagai penyaring udara yang berhembus. Kala eveporator kotor, maka eveporator tidak dapat bertugas dengan baik. Sebab udara yang bakal dihembuskan ke bagian kabin tertahan oleh debu serta kotoran.