Bubut Disc Brake atau Cakram Rem Mobil yang Bergelombang Aman Enggak?

Bubut Disc Brake atau Cakram Rem Mobil yang Bergelombang Aman Enggak? - Bubut disc brake sebenarnya wajib diimplementasikan bilamana mobil menghadapi problem kayak pedal rem bergetar saat dilantaskan pengereman baik didalam kecepatan tinggi maupun rendah, atau setir juga…

Bubut disc brake sebenarnya wajib diimplementasikan bilamana mobil menghadapi problem kayak pedal rem bergetar saat dilantaskan pengereman baik didalam kecepatan tinggi maupun rendah, atau setir juga terasa bergetar saat menginjak rem.


Membubut cakram niscaya mempunyai nilai murah yang lebih bila dibandingkan kita langsung mengganti dengn tromol serta cakram baru mengingat harga baru jauh lebih mahal ketimbang ongkos bubut.


Fungsi Bubut Cakram Mobil


Bubut cakram mobil diimplementasikan manakala piringan cakram mobil menghadapi keausan. Keausan piringan cakram mobil bisa diakibatkan oleh bermacam-macam hal. Satu di antaranya sebab terus bergeseknya piringan cakram dengan kampas rem.


Bubut cakram mobil enggak mampu dilangsungkan secara sembarangan. Ketebalan piringan cakram jadi perhatian utama. Piringan cakram yang terlalu melimpah dipangkas dapat menyebabkan keandalan pengereman jadi menyurut. Selain itu, piringan cakram rem yang terlalu berjibun dipangkas juga rawan melengkung serta retak.


Bubut cakram berperan untuk meratakan permukaan piringan rem. Permukaan piringan rem yang bergelombang akan memangkas kesanggupan kerja dari sistem pengereman.


Bubut disc brake bahaya maupun tidak?


Ternyata piringan cakram yang udah aus dapat diselenggarakan rekondisi dengan teknik bubut. Bubut piringan cakram berlimpah dikonkretkan untuk menekan anggaran walhasil enggak wajib diganti baru. Namun, rekondisi bubut piringan cakram enggak bisa dilaksanakan bila kondisinya telah tidak memungkinkan.


Membubut piringan rem yakni hal yang sah-sah saja, selama masih sesuai dengan ketebalan piringan rem yang dianjurkan.


Piringan rem (disc brake) rentan untuk bergelombang lantaran adanya tekanan serta temperatur tinggi saat pengereman berlangsung. Keadaan tersebut dikarenakan gesekan antara kampas rem dan permukaan cakram. Seiring usia, piringan cakram akan bergelombang, khususnya untuk mobil yang udah mengambil jarak di atas 100 ribu km.


Di sejumlah situasi, gak cuma bergetar, tapi setir juga terasa narik ke satu di antara sisi, baik kiri maupun kanan, akibat permukaan rem yang bergelombang cuma di satu sisi saja.


Solusi untuk rem disc brake yang bergelombang, bisa dengan melangsungkan proses bubut untuk menghaluskan kembali permukaan rem. Ongkos bubut pada rem cakram sendiri berkisar antara Rp 150 ribu-400 ribu per set juga memakan waktu 2-3 jam, tergantung diameter cakramnya. Situasi tersebut masih dinilai jauh lebih realistis ketimbang mengganti satu set cakram yang mempunyai harga yang jauh lebih mahal.


Pembubutan disc brake direkomendasikan, selama ketebalan cakram serta gelombang dinilai tak terlalu dalam. Batasan ukuran ketebalan cakram yang masih dapat dibubut merupakan minimal 5 mm. Juga tidak merekomendaskan untuk menjalankan pembubutan, dengan ketebalan cakram yang kurang dari 5 mm, karena terlalu berisiko.


Selain itu, kedalaman gelombang permukaan cakram yang boleh dibubut merupakan maksimal 0,5 mm. Kalau ketebalan cakram dinilai terlalu tipis, tak ada pilihan lain selain mengadakan penggantian cakram. Pengukuran tersebut berniat membendung performa pengereman berkurang akibat ketebalan cakram yang terlalu tipis. Dampaknya, bukan cuma menggarap jarak pengereman bertambah jauh, akan tetapi juga membentuk cakram rentan melengkung atau retak yang bakal memegang potensi mencetuskan pengereman macet serta mengunci.


Untuk mengerti kualifikasi permukaan rem cakram, dianjurkan untuk melangsungkan pengecekan setiap 5-10 ribu km. Pengecekan pada sistem pengereman dikerjakan untuk menjauhi gelombang pada permukaan cakram terlalu dalam. Tetapi wajib diperhatikan, bubut pada rem cakram cuma sebagai silihan dalam situasi mendesak.


Sebab permukaan rem yang sudah dibubut, keteguhan dan kepadatan cakramnya akan berkurang. Sehingga, umur pakainya tak akan seawet saat mengganti dengan cakram baru.


Newer Post Older Post Home Jasa Content Placement