Thermostatic Expansion Valve

Thermostatic Expansion Valve - Katup ekspansi termostatik (thermostatic expansion valve) (atau pengontrol aliran) dirancang untuk menyelaraskan aliran refrigeran ke evapor...

Katup ekspansi termostatik (thermostatic expansion valve) (atau pengontrol aliran) dirancang untuk menyelaraskan aliran refrigeran ke evaporator sehingga cuma uap yg meluputkan evaporator. Pada saat yg sama, cairan pendingin proporsi didalam evaporator kudu dimaksimalkan untuk mencapai efisiensi transfer panas muktabar untuk evaporator. Pengontrol aliran ini berlimpah dibutuhkan serta merespons secara enggak langsung uap panas di outlet evaporator.

Fungsi Thermal expansion valve (atau TX valve) sebentuk alat pengatur system yang diletakan pada sisi inlet dari evaporator ini yakni untuk mengukur jumlah refrigerant yg benar sejalan dengan suhu di evaporator. Hal tersebut dicapai dengan proses pembukaan serta penutupan saluran kecil yang membikin beberapa kecil refrigerant cair mengalir berangkat evaporator. Valve ini juga ialah sebagai titik yang memisahkan antara sisi tinggi serta sisi rendah di dalam system.

Fungsi thermostatic expansion valve adalah

  • Menghambat aliran refrigerant serta mengizinkan compressor untuk meluaskan tekanan pada bagian high system air conditioning
  • Mengatur jumlah refrigerant yang masuk kedalam evaporator.

Sejumlah acuan machine terdahulu dilengkapi dengan sistem thermostatic expansion valve (TX valve). Kegunaan thermostatic expansion valve ialah untuk:
  • Menghambat aliran refrigerant serta mengizinkan kompresor meluaskan tekanan di sisi bertekanan tinggi pada sistem air conditioning.
  • Mengontrol jumlah refrigerant yang memasuki evaporator.

Sistem air conditioning yang berada dari outlet kompresor outlet hingga inlet expansion valve disebut sisi bertekanan tinggi. Thermostatic expansion valve mendatangkan hambatan aliran refrigerant yang memajukan tekanan antara expansion valve serta kompresor. kepesatan tekanan membolehkan refrigerant berubah wujud dari gas jadi cairan.

Pada saat kompresor menaikkan temperatur refrigerant akibat refrigerant yg terkonsentrasi pada daerah yang sempit, expansion valve menurunkan temperatur dengan membangun refrigerant menyemprot keluar dari orifice di expansion valve. sebab tekanan turun dengan cepat, refrigerant jadi amat dingin saat keluar dari expansion valve serta masuk berangkat evaporator. Sistem air conditioning yang berada dari outlet expansion valve hingga inlet kompresor disebut daerah bertekanan rendah. Sistem thermostatic expansion valve dilengkapi dengan receiver-dryer.

Jenis Thermostatic Expansion Valve

Dua tipe expansion valve dibutuhkan pada machine :

Internally equalized

Internally equalized serta externally equalized expansion valve mendapati sebentuk Thermal bulb yg terafiliasi ke diaphragma melalui pipa kecil (tube). Thermal bulb tersebut berisi refrigerant. sebentuk pengikat menangkal Thermal bulb tersemat dengan baik pada jalur keluaran evaporator. Thermal bulb betul-betul sensitif berkenaan temperatur jalur keluar evaporator. andaikata temperatur jalur keluaran evaporator meningkat, refrigerant dibagian didalam bulb mengembang. Refrigerant yang mengembang, melawan tekanan diaphragma pada sisi atas valve. Diaphragma terhubung melalui pin berangkat dudukan valve. Tekanan yang mendorong diaphragma mencetuskan pin diaphragma serta valve seat bergerak. Ketika valve seat menjauh dari orifice, semakin berjibun refrigerant mengalir ke evaporator. kemajuan aliran refrigerant menyulut sisi keluar evaporator jadi lebih dingin. Temperatur pada sisi keluaran membawa dampak refrigerant terkondensasi di dalam Thermal bulb, meluak tekanan yang mendorong diaphragma pin serta valve seat. Valve seat bergerak menyedikitkan aliran yang melalui orifice.

Pada Internally equalized valve, tekanan refrigerant yg memasuki evaporator bekerja dibawah diaphragma melalui internal equalizing passage. Pengembangan gas pada Thermal bulb mesti melawan internal balancing pressure serta spring sebelum valve membuka untuk menambah aliran refrigerant.

Externally equalized

Pada Externally equalizer valve, tekanan yg bekerja pada bagian bawah diaphragma berasal dari jalur outlet evaporator melalui equalizer tube. Equalizer tube menyeimbangkan tekanan keluaran evaporator dengan tekanan yang dihasilkan oleh mengembangnya gas dalam Thermal bulb.

Superheater spring menjauhi kejutan cairan yang berlebih memasuki evaporator. “Superheat” menaikkan temperatur gas refrigerant diatas temperatur penguapan refrigerant. Superheat spring dipasang pada valve disetel dengan settingan awal dipabrik. Expansion valve didesain sehingga temperatur refrigerant pada jalur keluar evaporator mencapai 3°C (5°F) sebelum refrigerant diperbolehkan memasuki evaporator, ini diperoleh dengan adanya superheat. Daya regang pegas adalah faktor penentu dari expansion valve. Selama pembukaan serta penutupan, spring tension berubah maupun meringankan operasi valve bila dibutuhkan.

Receiver-Dryer

Receiver-dryer mendapati tiga tugas yaitu:
  • Mengeringkan
  • Menyimpan
  • Menyaring cairan

Ketika cairan bertekanan tinggi mengalir mendatangi receiver-dryer, refrigerant disaring melalui pengering (desiccant) serta membuang sebagian uap air yang sudah masuk ke refrigerant. Refrigerant disimpan hingga diperlukan oleh sistem. Ketika sistem menginginkan refrigerant, cairan bertekanan tinggi mengalir melalui saringan yang benar-benar halus serta terpasang pada pickup tube. (Saringan memperhatika setiap debu serta kotoran bersirkulasi pada sistem air conditioning sistem) Cairan bertekanan tinggi mengalir dari receiver-dryer berangkat thermostatic expansion valve.
Fitur air conditioner (AC) ialah fitur yg wajib tersedia di di dalam mobil. biarpun keberadaannya betul-betul dibutuhkan, sayangnya tak semua pemilik kendaraan beroda empat merawat sistem AC secara rutin.

Banyak yg mengira peranti AC ini, tak terlalu memerlukan perawatan ataupun di dalam jangka waktu yang sangat lama. Padahal, layaknya mesin, komponen pada AC kendaraan beroda empat juga menginginkan perawatan secara berkala, supaya kinerjanya senantiasa prima. satu di antara bagian yang jarang dipahami oleh pemilik kendaraan roda empat yaitu katup ekspansi (expansion valve).

Expansion valve maupun katup ekspansi pada AC memiliki peran penting. Bentuknya unik dengan ukuran kecil. tempat ekspansi bertempat di antara komponen filter-drier serta evaporator. Fungsinya mengatur jumlah serta mengabutkan cairan pendingin sebelum masuk ke evaporator. Proses itu menurunkan suhu serta tekanan cairan pendingin.

Pada perkembangannya, katup ekspansi pada mobil terkini telah mendapati sensor suhu. Tujuannya, untuk menginformasikan kapan katup ekspansi mesti menyalurkan cairan pendingin ke evaporator.

Seiring waktu, katup ekspansi mendapati penurunan fungsi. Ketika memasuki masanya, katup ekspansi tidak bisa diperbaiki, melainkan perlu diganti. Adapun waktu penggantiannya setiap 2 tahun maupun 40 ribu kilometer. Masa penggantian dapat lebih pendek dari yang direkomendasikan, tergantung dari berat tidaknya pemakaian sehari-hari.

Expansion valve pada dasarnya tidak bisa diperbaiki, sebab di dalamnya tentunya telah terbentuk keausan serta spring-nya telah lemah. Standar penyetelan expansion valve di pabrik juga memakai test bench.

Terdapat sebagian gejala yang menerangkan katup ekspansi bermasalah. yang pertama, gak konsistennya suhu udara yang dihasilkan. berjibun orang mengira pra syarat ini wajar berlangsung sebab sistem AC sedang menyesuaikan. akan tetapi, apabila perubahannya substansial serta sering terjadi, besar kemungkinan katup ekspansi mendapati kerusakan sehingga menggangu kinerja sistem AC.

Gejala selanjutnya, enggak keluarnya udara dingin. yakni gejala paling biasa terjadi. Suhu udara yg gak dingin dipicu oleh rendahnya jumlah cairan pendinginan yg berada di dalam evaporator.

Biasanya, kualifikasi berlangsung akibat lubang kecil (orifice) katup ekspansi mendapati penyumbatan, sehingga menangkal sirkulasi cairan pendingin di dalam sistem AC. Penyebab lainnya, lubang penyemprotan katup ekspansi terlalu renggang, sehingga cairan pendingin yg dikabutkan terlalu banyak. Tekanan cairan pendingin yg dikabutkan didalam evaporator pun jadi terlalu tinggi. Akibatnya keandalan pendinginan AC kendaraan beroda empat jadi menurun.

Permasalahan lainnya, suhu AC yang lebih dingin dari biasanya. biasanya gejala muncul dari keluarnya kabut pada lubang AC ataupun tumbuhnya bunga es di luar evaporator. Mungkin kamu mengira keadaan ini wajar terjadi. Lantaran udara yang keluar dari AC mendapati perbedaan suhu sensibel dengan yg tersedia di di dalam kabin.

Padahal, katup ekspansinya telah tidak dapat mengatur jumlah cairan pendingin yang masuk ke evaporator. sebab jumlahnya berlebihan, evaporator jadi membeku serta udara yg diembuskan ke kabin jadi sangat dingin.

Frosting yaitu timbulnya bunga es yang tersedia di evaporator sampai dengan pipa suction, serta kadang sampai kompresor . Tekanan kompresor serta isi sebenarnya normal sesuai standar, tetapi karena tugas katup ekspansi telah tak cocok standar, makanya tumbuh frosting.

Dampak lainnya, kompresor yg terus-terusan bekerja. Sebagai bagian yang memompa cairan pendingin didalam sistem AC, kompresor sangat terpengaruh oleh rusaknya katup ekspansi. Hal itu membikin kompresor bekerja ekstra. sebab bebannya semakin berat, celah terjadinya kegagalan peranan jadi besar.

Menggunakan AC yg katup ekspansinya telah rusak sangatlah berbahaya. andaikata dibiarkan berlama-lama, kerusakan melebar ke komponen lain, mulai dari evaporator, kompresor, kondensor, bahkan filter-drier.
Expansi Valve berperan menurunkan tekanan serta temperatur refrigerant, sehingga membuat efek dingin pada evaporator sebelum diembuskan ke ruang kabin. Proses membuka serta menutupnya katub ekspansi diimplementasikan oleh thermostat (sensing bulb). Ketika suhu didalam kabin tinggi (panas), maka katup ekspansi akan terbuka lebar, sehingga aliran refrigerant lebih dominan dimanfaatkan untuk mendinginkan suhu kabin yg tinggi. Sebaliknya saat suhu didalam kabin rendah(dingin), katup ekspansi akan terbuka sedikit, sehingga aliran refrigerant lebih sedikit.

Katup ekspansi yang didayagunakan untuk menurunkan tekanan serta suhu refrigerant ternyata lebih terkenal ketimbang dengan pipa kapiler. Hal ini disebabkan suasana operasi kendaran yang berubah-ubah, satu di antaranya adalah variasi kecepatan putaran mesin. Penyebabnya adalah kompresor yang digerakkan langsung oleh machine melalui kopling magnetik (magnetik cluth). Dengan adanya perubahan putaran mesin, putaran kompresor pun akan berubah. kalau menggunakan pipa kapiler, perubahan laju aliran refrigerant akibat perubahan putaran kompresor tersebut enggak dapat dikontrol. akan tetapi, andaikata menggunakan katup ekspansi yang dilengkapi dengan sensing bulp (thermostat) laju aliran refrigerant bisa dikontrol, sehingga aliran refrigerant selalu di dalam situasi optimal.

Selain menurunkan suhu serta tekanan refrigerant, katup ekspansi juga berperan mengatur banyaknya refrigerant yang mengalir dalam sistem AC mobil. Banyaknya aliran refrigerant disesuaikan dengan beban panas pada evaporator. Pengaturan aliran ini dibuat dengan teknik mengatur bukaan celah katup ekspansi, sesuai dengan temperatur refrigerant yang keluar dari evaporator. Di lapangan, bisa ditemui sebagian jenis katup ekspansi, akan tetapi yg paling melimpah dipakai yaitu jenis katup ekspansi thermostatis (thermostatic expansion valve), yakni katup ekspansi yang memakai sensor panas. Katup ekspansi thermostatis terbagi jadi dua bagian, ialah internal equalizer serta eksternal equalizer. Tipe katup ekspansi terbaru adalah tipe box yg yaitu bagian dari eksternal equalizer. Pada dasarnya, kedua tipe katup ekspansi tersebut memiliki kerja yg sama, perbedaannya bertempat pada posisi sensor tekanan pada evaporatornya.
Expansi valve merupakan satu di antara bagian yg tersedia di AC mobil. Selain expansi valve masih tersedia bagian yg lainnya, kayak compressor, condensor, filter dryer, serta evaporator. Semua bagian tersebut mendapati peran yang berbeda-beda serta saling terhubung satu dan yang lainnya sehingga AC kendaraan roda empat dapat berperan serta mendinginkan kabin mobil.

Ekspansi valve mempunyai satu di antara bagian yang berupa membran yang sanggup terbuka serta tertutup. dapat disebutkan apabila valve ialah katup yang dapat membuka serta menutup yang prosesnya dilancarkan oleh thermostat.

Cara kerja AC mobil ini cukup praktis yaitu ketika kabin mendapati suhu yg panas maka valve akan terbuka dengan lebar. Hal ini dapat sebabkan aliran refrigerant akan lebih gede dibutuhkan untuk mendinginkan kabin. Begitu juga sebaliknya, jikalau kabin didalam suhu yg rendah maka valve cuma terbuka sedikit sehingga refrigerant yang dipresentasikan akan lebih sedikit.

Expansi valve merupakan satu di antara bagian yg penting supaya AC mobil dapat berperan dengan normal sebab fungsinya yg saling terhubung dengan bagian lain. Ketika tumbuh masalah pada expansi valve AC kendaraan beroda empat penyebabnya dapat karena beragam hal. akan tetapi kebiasaan buruk pemiliki mobil yang sanggup merusak expansi valve AC mobil juga dapat menjadi satu di antara penyebab.

Kebiasaan buruk pemilik kendaraan roda empat yang mampu merusak ekspansi valve AC kendaraan beroda empat tersebut berlangsung sebab pemilik kendaraan beroda empat gak membuat perawatan rutin. mengadakan perawatan secara biasa perlu diadakan supaya kinerja semua bagian AC kendaraan beroda empat dapat lebih maksimal. Jangan cuma membuat perawatan machine maupun cuma mencuci kendaraan beroda empat saja akan tetapi perhatikan juga bagian berguna lainnya, kayak AC mobil.

Ketika AC kendaraan roda empat kurang memperoleh perawatan maka sistem saluran freon dapat tersumbat. Hal ini mempersiapkan AC enggak dingin serta untuk mengatasinya kamu harus mengangkat kendaraan beroda empat ke bengkel AC kendaraan beroda empat supaya kendaraan roda empat dapat ditangani dengan benar. apabila bagian yg tersumbat telah dibersihkan maka AC kendaraan roda empat akan berperan dengan normal sehingga kabin dapat kembali terasa sejuk serta penumpang dapat merasakan perjalanan yg menyenangkan.

Sudah disebutkan seumpama kebiasaan buruk dapat berakibat buruk pada kendaraan roda empat serta untuk mengindari beraneka macam masalah yang akan muncul, segera service biasa expansi valve bermasalah. berlimpah sekali kegunaan yang dapat ditemukan ketika mengerjakan service AC kendaraan beroda empat secara rutin, satu di antaranya yaitu lebih cepat mengerti kerusakan expansi valve sehingga bagian AC mobil yang lain juga tidak rusak.

mesti dipahami jikalau AC kendaraan roda empat terhubung dengan bagian kendaraan beroda empat yang lain sehingga kalau satu di antara bagian AC mobil rusak maupun bahkan AC kendaraan roda empat itu sendiri yg rusak serta tidak segera dipahami maka kerusakan dapat menyebar ke bagian yang lain. Oleh sebab itu tunaikan service AC kendaraan beroda empat secara biasa supaya kerusakan tidak bertambah parah. Selain itu, dengan memahami kerusakan lebih cepat maka bujet perbaikan yang dikeluarkan juga gak bertambah besar.

Pastikan untuk menetapkan bengkel AC mobil yg telah terjamin kualitasnya serta mendapati mekanik profesional yg telah mempunyai berlimpah jam terbang. Pemilihan bengkel AC mobil yg betul bakal mengakibatkan kendaraan beroda empat kamu ditangani dengan profesional.
Dampak lainnya, kompresor yang terus-terusan bekerja. Sebagai elemen yang memompa cairan pendingin didalam sistem AC, kompresor amat terpengaruh oleh rusaknya katup ekspansi. Hal itu menggarap kompresor bekerja ekstra. karena bebannya semakin berat, celah terjadinya kegagalan peran jadi besar.

Bila menikmati gejala-gejala di atas, seharusnya segera mendatangi bengkel resmi maupun juru AC terdekat untuk menunaikan pemeriksaan. memang kamu dapat memeriksa sendiri, akan tetapi kudu mempunyai alat khusus. “Untuk tahu menurun ataupun tidak berfungsinya katup ekspansi harus diperiksa memakai pressure gauge (meteran),” terbuka Joko.

Menggunakan AC yang katup ekspansinya telah rusak sangatlah berbahaya. andaikata dibiarkan berlama-lama, kerusakan melebar ke komponen lain, mulai dari evaporator, kompresor, kondensor, bahkan filter-drier. Mengganti katup ekspansi pun jadi percuma serta bujet perbaikan menjadi membengkak. Padahal harga katup ekspansi tak mencapai Rp 200 ribuan.
Newer Post Older Post Home Jasa Content Placement