Fungsi Open Source dan Pengertian Open Source

Apa itu open source? Arti open source dalam bahasa Indonesia adalah sumber terbuka. Dengan demikian open source adalah suatu program yang dipublikasikan secara terbuka alias bebas (bahkan gratis) pada orang-orang agar bisa digunakan, diperbaiki, dimodifikasi, atau disebarkan untuk keperluan komersil, pribadi atau hobi.

Open source mengacu pada kode program yang didistribusikan secara bebas dan dapat digunakan, diperbaiki, dimodifikasi oleh pengguna tanpa batasan apa pun.

Analogi sederhanya adalah, misalnya, tentang resep masakan.

Resep open source akan terbuka untuk umum, artinya yaitu, siapa pun dapat mengetahui bahan dan proses persiapannya, dan bahkan dapat memodifikasinya untuk meningkatkan cita rasa hidangan.

Jika seseorang ingin mengetahui resep yang bukan "sumber terbuka", mereka harus membayar lisensi untuk menggunakannya dan juga tidak boleh memodifikasinya, apalagi mendistribusikannya kembali.

Maksud open source adalah yang paling umum, sering kali mengacu pada suatu software perangkat lunak atau kode pemrograman komputer yang kode sumber-nya terbuka, artinya siapa pun dapat mendownload secara gratis, baik itu untuk dipelajari, diubah, ditingkatkan maupun disebarluaskan kembali.

Artikel ini menjelaskan tentang apa itu open source, arti open source, apa yang dimaksud open source, pengertian open source, fungsi open source juga kelebihan dan kekurangannya sesuai kebutuhan.

Fungsi Open Source

Open Source memiliki cukup banyak fungsi yang bisa bermanfaat untuk setiap penggunaanya. Berikut ini merupakan fungsi dari Open Source dalam bidang pendidikan, pemerintahan, dan bisnis.

1. Di Bidang Bisnis

Dengan menggunakan program Open Source para pebisnis dapat menerima manfaat seperti biaya instalasi program yang rendah, sistem keamanan yang tinggi, serta realibilitas yang tinggi sehingga total biaya untuk bisnisnya lebih rendah. Bidang bisnis kini tidak bisa lepas dari peran program komputer sebagai penunjang sehingga program yang memiliki realibilitas tinggi dibutuhkan untuk menghindari kesalahan kecil yang bisa menyebabkan kerugian besar. Selain itu, perusahaan yang menggunakan Open Source tidak perlu terikat pada vendor software maupun vendor hardware. Jika menemui masalah ketika menggunakan Open Source maka pebisnis bisa menghubungi perusahaan jasa yang bisa menangani masalah tersebut.

2. Di Bidang Pemerintahan

Program Open Source bisa digunakan sebagai pertimbangan untuk merencanakan sistem informasi pemerintahan yang semakin dibutuhkan seiring berkembangnya jaman. Menggunakan program Open Source tentu saja akan lebih menghemat biaya dibandingkan dengan Close Source yang membutuhkan biaya. Tingkat realibilitas dan keamanan yang tinggi juga lebih menguntungkan untuk digunakan. Selain itu menggunakan program Open Source juga bisa digunakan sebagai dukungan pemerintah terhadap perkembangan teknologi informasi di daerahnya.

3. Di Bidang Pendidikan

Dengan adanya Open Source memungkinkan para pelajar, mahasiswa, serta pendidik untuk mempraktekkan pelajarannya secara langsung. Contohnya jika sedang mempelajari sistem operasi LINUX atau sistem operasi lainnya, maka mereka bisa menggunakannya secara gratis sehingga tidak hanya materi saja yang dipelajari namun juga prakteknya secara langsung.

Sedangkan fungsi secara umum yaitu Open Source yang bersifat terbuka bisa dijadikan referensi untuk Anda yang bekerja di bidang IT. Open Source juga termasuk program yang legal untuk digunakan, dimodifikasi, dipelajari, dan disebarluaskan oleh siapa saja sehingga mengurangi tingkat pembajakan.

Pengertian Open Source

Open Source adalah lisensi dari sebuah pengembangan program yang pengelola atau pembuatnya tidak berasal dari instansi atau individu tapi dikoordinasi oleh sekelompok pengguna yang saling bekerjasama ketika menggunakan source code yang tersedia secara bebas serta dapat dimodifikasi dan digunakan siapapun. Open Source ini memungkinkan seorang pengembang untuk mengambil source codenya dan memberikan modifikasi yang kemudian dapat dimanfaatkan kembali.

Program Open Source yang bersifat terbuka ini dapat digunakan oleh siapapun secara gratis dan legal. Kebebasan dalam berkarya merupakan suatu hal yang dijunjung dalam mengembangkan program dengan lisensi Open Source sehingga modifikasi bisa dilakukan secara bebas jika source code dirasa masih memiliki kekurangan.

Selain itu pengguna program Open Source juga dapat menyebarluaskan program hasil dari modifikasi yang telah dilakukan untuk dimanfaatkan banyak orang. Meskipun modifikasi bebas dilakukan namun setiap pengguna harus memiliki tanggung jawab agar program Open Source selalu bermanfaat.

Kelebihan open source

Kelebihan utama perangkat lunak open source adalah kemungkinan berbagi, memodifikasi, dan mempelajari kode sistem komputer. Di sisi lain, open source mempromosikan kolaborasi antara pengguna.

Karakteristik ini mengandaikan perkembangan yang cepat dan bervariasi dari banyak alat. Misalnya, pengguna program tertentu dapat membuat penyesuaian, memperbaiki bug, atau meningkatkan fitur dasar berkat anggota komunitas, forum, dll.

Perangkat lunak sumber terbuka adalah milik komunitas, jadi pengembangan dan pembaruannya bergantung pada mereka, sehingga meningkatkan kepercayaan pada kelangsungan program.

Kekurangan open source

Sementara manfaat perangkat lunak open source bisa menjadi signifikan, ada juga sejumlah kelemahan yang perlu diperhatikan oleh perusahaan.

Kekurangan open source adalah tidak ada klaim atau dukungan teknis.

Program open source, dalam banyak kasus, tidak memiliki perusahaan di belakang yang memberikan dukungan atau yang dapat mengajukan segala jenis klaim.

Misalnya, jika mengalami beberapa jenis masalah, perusahaan akan terpaksa mencari solusi di masyarakat atau mengembangkannya dari departemen TIK internal, yang mungkin memerlukan biaya tak terduga, baik ekonomis maupun produktif.

Meskipun kemungkinan kesinambungan program merupakan aspek positif, jika sistem tidak mendapat dukungan dari komunitas, perangkat lunak tersebut dapat menjadi usang.

Perusahaan yang mengalami ketidaknyamanan jenis ini akan dipaksa untuk memperoleh program baru dengan beban biaya yang lebih besar atau untuk mengembangkan alat mereka sendiri yang sudah diterapkan.

Contoh open source adalah

Berikut ini sejumlah jenis peranti lunak open source yang bisa dengan gampang kawan-kawan transkerja dapatkan:

Linux

Alternatif untuk mengganti Microsoft Windows yang teman-teman transkerja pakai setiap hari. Sistem operasi Linux, pertama kali dikembangkan oleh Linus Trovald ini sudah menjadi pilihan terbaik untuk menggantikan Microsoft Windows.

Berjibun varian dan distribusi Linux yang dikembangkan dengan tampilan yang sungguh-sungguh bagus. Contohnya Ubuntu, Mandrake, serta Fedora merupakan distribusi Linux yang cukup gampang dimanfaatkan oleh orang awam sekalipun.

Android

OS dalam smartphone Android yang terkenal saat ini sungguh diciptakan dari kernel inti Linux yang bersifat open source.

Android memakai kernel Linux sebagai bagian utama. Karena Linux adalah open source, para pengembang Android dari Google dapat memodifikasi kernel Linux cocok dengan keperluan pengguna.

Linux menyerahkan para pengembang Android source code dari Linux, juga kernel sistem operasi yang sudah dikembangkan dengan baik, walhasil Google tak kudu menulis kernel mereka sendiri.

Android ialah sistem operasi mobile berbasis Linux, tapi ini enggak seperti sistem operasi Linux yang umum sobat transkerja dayagunakan pada komputer. 

Kawan-kawan transkerja enggak dapat mengerjakan aplikasi Android pada distro Linux lainnya juga kamu tidak dapat memimpin software yang terlihat dari komputer Linux pada Android sahabat. Itulah satu di antara keunggulan dan kelemahan OS Android ketimbang OS Linux.