Minat konsumen akan konsumsi belut semakin meningkat, sehingga membuat permintaan akan belut juga melonjak semakin tinggi.

Metode menangkap belut di alam tentu tidak akan bisa memenuhinya jika hanya bergantung pada teknik tersebut.

Oleh sebab itu.

Agar permintaan pasar yang terus meningkat terpenuhi.

Solusi yang tepat ialah melakukan budidaya belut.

Memang, tidak gampang untuk membudidayakan belut.

Namun, bukan berarti bahwa belut tidak dapat di budidayakan.

Yang perlu di fokuskan ialah pada ketekunan serta menemukan ilmu-ilmu terapan yang diperoleh dari hasil proses pengalaman selama melakukan budidaya belut.

Juga, perlu Anda diketahui bagi para pemula yang ingin budidaya belut, bahwa:

Banyak pelaku budidaya belut yang mengalami kegagalan.

Meski demikian,

Banyak juga para pembudidaya belut baru yang bermunculan.

Situasi tersebut menambah dinamika juga semangat untuk semakin mengembangkan budidaya belut.

Cara Budidaya Belut Untuk Pemula

Cara Budidaya Belut untuk Pemula dari Nol Sampai Panen Untuk Pemula
Sebelum memulai usaha budidaya belut, akan sangat bijaksana jika Anda terlebih dahulu mengenal belut.

Mengapa demikian?

Karena dengan mengenal lebih baik dan lebih dekat, maka Anda akan lebih mudah menangani usaha ini.

Mengenal Klasifikasi Belut

Di Indonesia ada sekitar 20 jenis belut yang berbeda.

Dan yang paling banyak dikenal masyarakat karena tingkat populasi dan kedekatan habitatnya ada tiga jenis.

Salah satu jenis belut yang banyak dikenal adalah belut sawah (Monopterus albus).

Belut memiliki klasifikasi sebagai berikut:
  • Kingdom: Animalia
  • Subkingdom: Metazoa
  • Phylum: Chordata
  • Kelas: Pisces
  • Subkelas: Teleostei
  • Ordo: Synbranchoidea
  • Famili: Synbranchidea

4 Genus belut yang perlu di ketahui, berikut adalah rincian lengkapnya.

Genus: Macrotema

  • Spesies : Macrotema caligans Cant (belut kaki/laiy).

Genus: Monopterus

Spesies:
  • Monopterus albus
  • Monopterus boueti
  • Monopterus desilvai
  • Monopterus eapeni
  • Monopterus cuchia
  • Monopterus digressus
  • Monopterus hodgarti
  • Monopterus indicus
  • Monopterus fossorius
  • Monopterus roseni

Genus: Ophisternon

  • Ophisternon aenigmaticum
  • Ophisternon afrum
  • Ophisternon candidum
  • Ophisternon bangalense
  • Ophisternon infernale
  • Ophisternon gutturale

Genus: Synbranchus

  • Synbranchus madeirea
  • Synbranchus lampreia
  • Synbranchus marmoratus
  • Synbranchus bengalensis

Mengenal Jenis Belut

Di Indonesia, jenis belut yang banyak dikenal ada tiga jenis.

1. Monopterus albus atau Belut Sawah

Belut sawah, memilki panjang badan 20 x tinggi tubuh.

Letak permulaan sirip punggung sedikit di belakang perut.

Alat pernapasan belut ini dilengkapi dengan tiga lengkung insang.

Belut sawah, mempunyai ukuran panjang maksimal rata-rata 80 cm dan berat maksimal 400 gram.

2. Synbranchus bengalensis atau belut rawa

Belut rawa, mempunyai panjang badan 30 x tinggi badan.

Letak permulaan sirip punggung di depan dubur.

Lubang insang kecil, hanya di bagian perut saja.

Belut ini dilengkapi empat lengkung insang sebagai alat pernapasannya.

3. Macrotema caligans atau Belut laut/payau

Jenis belut ini, permulaan jenis sirip punggung bertepatan dengan dubur.

Mempunyai mata yang kecil, bertepatan dengan tengah bibir. Dan memiliki empat lengkung insang.

Mengenal Potensi Budidaya Belut

Budidaya belut memiliki beberapa potensi, berikut adalah potensi yang mendukung untuk budidaya belut:

Lahan

Tentu saja lahan untuk budidaya belut cukup terbuka.

Kebutuhan utama budidaya belut yang penting adalah lumpur, bahan organik, serta air yang cukup.

Dengan modal itu, maka kita akan dapat membuat media yang mirip dengan lingkungan sungai, rawa, danau, situ, waduk, dan persawahan.

Dengan adanya lumpur

4 Tahap Membuat Media Budidaya Belut

Media budidaya belut harus dipersiapkan sebaik mungkin dan dibuat secermat mungkin.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu anda ketahui tentang tahapan membuat media untuk budidaya belut bagi pemula.

1. Jenis Media Untuk Budidaya Belut

Media budidaya belut yang digunakan ada dua jenis, yaitu:

Media lumpur dan media air.

Masing-masing media sesuai dengan karakteristiknya.

Selain hidup di air, belut juga dapat hidup di lumpur.

Media Lumpur

Media lumpur, yaitu media budidaya belut yang memanfaatkan lumpur sebagai bahan utama budidaya belut.

Walau menggunakan lumpur, akan tetapi masih memerlukan air sebagai komponen penyangga.

Media Air

Media air, yaitu media budidaya belut yang menggunakan air sebagai tempat hidupnya.