KEMENTERIAN AGAMA REPUBLIK INDONESIA





DIREKTORAT JENDERAL BIMBINGAN MASYARAKAT ISLAM





JADWAL IMSAKIYAH 1440 H/2019 M PROVINSI JAWA BARAT














UNTUK DAERAH KAB. SUBANG
FALSE
NO TANGGAL IMSAK SUBUH TERBIT DUHA ZUHUR ASAR MAGRIB ISYA
1 1 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:47 06:15 11:49 15:10 17:44 18:56
2 2 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:47 06:15 11:49 15:10 17:44 18:56
3 3 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:47 06:15 11:49 15:10 17:44 18:55
4 4 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:47 06:15 11:49 15:10 17:44 18:55
5 5 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:47 06:15 11:49 15:10 17:44 18:55
6 6 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:47 06:15 11:49 15:10 17:44 18:55
7 7 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:47 06:16 11:49 15:10 17:43 18:55
8 8 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:47 06:16 11:49 15:10 17:43 18:55
9 9 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:47 06:16 11:49 15:10 17:43 18:55
10 10 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:48 06:16 11:49 15:10 17:43 18:55
11 11 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:48 06:16 11:49 15:10 17:43 18:55
12 12 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:48 06:16 11:49 15:10 17:43 18:55
13 13 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:48 06:16 11:49 15:10 17:43 18:55
14 14 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:48 06:17 11:49 15:10 17:43 18:55
15 15 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:48 06:17 11:49 15:10 17:43 18:55
16 16 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:48 06:17 11:49 15:10 17:43 18:55
17 17 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:49 06:17 11:49 15:10 17:43 18:55
18 18 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:49 06:17 11:49 15:10 17:43 18:55
19 19 Ramadan 1440 H 04:22 04:32 05:49 06:18 11:49 15:10 17:43 18:55
20 20 Ramadan 1440 H 04:23 04:33 05:49 06:18 11:49 15:10 17:43 18:56
21 21 Ramadan 1440 H 04:23 04:33 05:49 06:18 11:49 15:10 17:43 18:56
22 22 Ramadan 1440 H 04:23 04:33 05:49 06:18 11:50 15:10 17:43 18:56
23 23 Ramadan 1440 H 04:23 04:33 05:50 06:19 11:50 15:11 17:43 18:56
24 24 Ramadan 1440 H 04:23 04:33 05:50 06:19 11:50 15:11 17:43 18:56
25 25 Ramadan 1440 H 04:23 04:33 05:50 06:19 11:50 15:11 17:43 18:56
26 26 Ramadan 1440 H 04:23 04:33 05:50 06:19 11:50 15:11 17:43 18:56
27 27 Ramadan 1440 H 04:23 04:33 05:50 06:19 11:50 15:11 17:43 18:56
28 28 Ramadan 1440 H 04:24 04:34 05:51 06:20 11:50 15:11 17:43 18:57
29 29 Ramadan 1440 H 04:24 04:34 05:51 06:20 11:51 15:11 17:43 18:57
30 30 Ramadan 1440 H 04:24 04:34 05:51 06:20 11:51 15:11 17:43 18:57

Kabupaten Subang adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibukotanya adalah Subang. Kabupaten ini berbatasan dengan Laut Jawa di utara, Kabupaten Indramayu di timur, Kabupaten Sumedang di tenggara, Kabupaten Bandung Barat di selatan, serta Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Karawang di barat.

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Subang Nomor 3 Tahun 2007, Wilayah Kabupaten Subang terbagi menjadi 30 kecamatan, yang dibagi lagi menjadi 245 desa dan 8 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Subang.

Kabupaten ini dilintasi jalur pantura, namun ibu kota Kabupaten Subang tidak terletak di jalur ini. Jalur pantura di Kabupaten Subang merupakan salah satu yang paling sibuk di Pulau Jawa. Kota kecamatan yang berada di jalur ini diantaranya Ciasem dan Pamanukan. Selain dilintasi jalur Pantura, Kabupaten Subang dilintasi pula jalur jalan Alternatif Sadang Cikamurang, yang mlintas di tengah wilayah Kabupaten Subang dan menghubungkan Sadang, Kabupaten Purwakarta dengan Tomo, Kabupaten Sumedang, jalur ini sangat ramai terutama pada musim libur seperti lebaran. Kabupaten Subang yang berbatasan langsung dengan kabupaten Bandung disebelah selatan memiliki akses langsung yang sekaligus menghubungkan jalur pantura dengan kota Bandung. Jalur ini cukup nyaman dilalui dengan panorama alam yang amat indah berupa hamparan kebun teh yang udaranya sejuk dan melintasai kawasan pariwisata Air panas Ciater dan Gunung Tangkuban Parahu

Penduduk Subang pada umumnya adalah suku Sunda, yang menggunakan bahasa Sunda sebagai bahasa sehari-hari. Sementara kecamatan-kecamatan di wilayah pesisir Subang dan beberapa kecamatan di sepanjang sungai Cipunegara yang berbatasan dengan Kabupaten Indramayu penduduknya menggunakan bahasa Cirebon yang hampir serupa dengan bahasa Cirebon dialek Indramayu atau yang lebih dikenal dengan nama basa Dermayon.

Nama Kecamatan di Kabupaten Subang
Binong, Subang‎ (10 H) Blanakan, Subang‎ (10 H) Ciasem, Subang‎ (10 H) Ciater, Subang‎ (8 H) Cibogo, Subang‎ (10 H)Cijambe, Subang‎ (2 H) Cikaum, Subang‎ (11 H) Cipeundeuy, Subang‎ (7 H) Cipunagara, Subang‎ (11 H) Cisalak, Subang‎ (9 H) Compreng, Subang‎ (5 H) Dawuan, Subang‎ (10 H) Jalan Cagak, Subang‎ (8 H) Kalijati, Subang‎ (10 H) Kasomalang, Subang‎ (9 H) Legon Kulon, Subang‎ (7 H) Pabuaran, Subang‎ (10 H) Pagaden Barat, Subang‎ (10 H) Pagaden, Subang‎ (6 H) Pamanukan, Subang‎ (9 H) Patok Beusi, Subang‎ (10 H) Purwadadi, Subang‎ (12 H) Pusakajaya, Subang‎ (9 H) Pusakanagara, Subang‎ (7 H) Sagalaherang, Subang‎ (3 H) Serangpanjang, Subang‎ (6 H) Subang, Subang‎ (11 H)Sukasari, Subang‎ (8 H) Tambakdahan, Subang‎ (10 H) Tanjung Siang, Subang‎ (9 H) Binong, Subang Blanakan, Subang Ciasem, Subang Ciater, Subang Cibogo, Subang Cijambe, Subang Cikaum, Subang Cipeundeuy, Subang Cipunagara, Subang Cisalak, Subang Compreng, Subang Dawuan, Subang, Jalan Cagak, Subang Kalijati, Subang Kasomalang, Subang Legon Kulon, Subang Pabuaran, Subang Pagaden Barat, Subang Pagaden, Subang Pamanukan, Subang Patok Beusi, Subang Purwadadi, Subang Pusakajaya, Subang Pusakanagara, Subang, Sagalaherang, Subang Serangpanjang, Subang Sukasari, Subang, Tambakdahan, Subang Tanjung Siang.

Masa prasejarah
Bukti adanya kelompok masyarakat pada masa prasejarah di wilayah Kabupaten Subang adalah ditemukannya kapak batu di daerah Bojongkeding (Binong), Pagaden, Kalijati dan Dayeuhkolot (Sagalaherang). Temuan benda-benda prasejarah bercorak neolitikum ini menandakan bahwa saat itu di wilayah Kabupaten Subang sekarang sudah ada kelompok masyarakat yang hidup dari sektor pertanian dengan pola sangat sederhana. Selain itu, dalam periode prasejarah juga berkembang pula pola kebudayaan perunggu yang ditandai dengan penemuan situs di Kampung Engkel, Kecamatan Sagalaherang. Para peneliti, sekarang sedang meneliti situs Nyai Subanglarang, yang diduga asal-muasal nama "Subang".

Masa penyebaran agama Islam
Masa datangnya pengaruh kebudayaan Islam di wilayah Subang tidak terlepas dari peran seorang tokoh ulama, Wangsa Goparana yang berasal dari Talaga, Majalengka. Sekitar tahun 1530, Wangsa Goparana membuka permukiman baru di Sagalaherang dan menyebarkan Agama Islam ke berbagai pelosok Subang.

Geografi
Wilayah Kabupaten Subang terbagi menjadi 3 bagian wilayah, yakni wilayah selatan, wilayah tengah dan wilayah utara. Bagian selatan wilayah Kabupaten Subang terdiri atas dataran tinggi/pegunungan, bagian tengah wilayah Kabupaten Subang berupa dataran, sedangkan bagian Utara merupakan dataran rendah yang mengarah langsung ke Laut Jawa. Sebagian besar wilayah Pada bagian selatan kabupaten Subang berupa Perkebunan, baik perkebunan Negara maupun perkebunan rakyat, hutan dan lokasi Pariwisata. Pada bagian tengah wilayah kabupaten Subang berkembang perkebunan karet, tebu dan buah-buahan dibidang pertanian dan pabrik-pabrik dibidang Industri, selain perumahan dan pusat pemerintahan serta instalasi militer. Kemudian pada bagian utara wilayah Kabupaten Subang berupa sawah berpengairan teknis dan tambak serta pantai.

Batas Wilayah
Utara     Laut Jawa
Selatan     Kabupaten Bandung Barat
Barat     Kabupaten Purwakarta
Timur     Kabupaten Indramayu

Topografi
Berdasarkan tofografinya, wilayah kabupaten Subang dapat dibagi ke dalam 3 zona, yaitu:

Daerah Pegunungan (Subang bagian selatan)
Daerah ini memiliki katinggian antara 500-1500 m dpl dengan luas 41.035,09 hektare atau 20 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten Subang. Wilayah ini meliputi Kecamatan Jalancagak, Ciater, Kasomalang, Cisalak, Sagalaherang, Serangpanjang. sebagian besar Kecamatan Jalancagak, Cisalak dan sebagian besar Kecamatan Tanjungsiang.

Daerah Berbukit dan Dataran (Subang bagian tengah)
Daerah dengan ketinggian antara 50 – 500 m dpl dengan luas wilayah 71.502,16 hektare atau 34,85 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten Subang. Zona ini meliputi wilayah Kecamatan Cijambe, Subang, Cibogo, Kalijati, Dawuan, Cipeundeuy, sebagian besar Kecamatan Purwadadi, Cikaum dan Pagaden Barat.
Daerah Dataran Rendah (Subang bagian utara)

Dengan ketinggian antara 0-50 m dpl dengan luas 92.639,7 hektare atau 45,15 persen dari seluruh luas wilayah Kabupaten Subang. Wilayah ini meliputi Kecamatan Pabuaran, Pagaden, Cipunagara, Compreng, Ciasem, Pusakanagara, Pusakajaya Pamanukan, Sukasari, Legonkulon, Blanakan, Patokbeusi, Tambakdahan, sebagian Pagaden Barat.

Iklim
Tingkat kemiringan dan Iklim dilihat dari tingkat kemiringan lahan, sekitar 80.80 % wilayah Kabupaten memiliki tingkat kemiringan 0° - 17°, 10.64 % dengan tingkat kemiringan 18° - 45° sedangkan sisanya (8.56 % memiliki kemiringan di atas 45 °. Secara umum wilayah Kabupaten Subang beriklim tropis, dalam tahun 2005 curah hujan rata-rata pertahun 2.352 m dengan jumlah hari hujan 100 hari. Dengan iklim yang demikian, serta ditunjang oleh adanya lahan yang subur dan banyaknya aliran sungai, menjadikan sebagian besar luas tanah Kabupaten Subang digunakan untuk Pertanian.