Mengapa Faktor Ekonomi Menjadi Penghambat Mobilitas Sosial

Mengapa Faktor Ekonomi Menjadi Penghambat Mobilitas Sosial - Mobilitas Sosial adalah konsep sederhana yang merupakan kemampuan individu (atau kelompok individu) untuk meningkatkan kualitas hidup mereka...

Mobilitas Sosial adalah konsep sederhana yang merupakan kemampuan individu (atau kelompok individu) untuk meningkatkan kualitas hidup mereka, umumnya mobilitas sosial berarti pergerakan dalam status yang lebih tinggi.

Sebagai contoh, seorang anak dari buruh harian yang menjadi seorang profesor, maka ini mobilitas sosial yang mengartikan pergerakan ke atas. Dalam sosiologi, mobilitas sosial menjelaskan perubahan (atau ketiadaan) dalam status sosial.

Masyarakat yang diatur oleh kelas sosial, alih-alih kasta, biasanya memungkinkan mobilitas sosial yang lebih besar; dalam masyarakat seperti itu, kemampuan seseorang untuk mencapai status sosial yang lebih tinggi dapat bergantung pada faktor-faktor seperti koneksi sosial, kekayaan, usaha, dan pendidikan.

Dalam meritokrasi, status sosial bergantung pada prestasi. Gender dan ras dapat membatasi mobilitas sosial ke atas, dan banyak sosiolog percaya bahwa mobilitas sosial lebih bergantung pada struktur sosial, seperti peluang yang ditawarkan kepada kelompok orang yang berbeda - daripada upaya individu.

Mengapa faktor ekonomi menjadi penghambat mobilitas sosial? Ada tiga kelompok utama dalam masyarakat yang dikenal sebagai miskin, menengah dan kaya. Ada berbagai perbedaan dalam standar hidup mereka. Orang kaya sangat dihormati di masyarakat karena kekayaan mereka.

Oleh karena itu, setiap individu dalam masyarakat mencoba yang terbaik untuk mendapatkan uang dan untuk memperbaiki posisinya sehingga masuk ke dalam kategori orang kaya.

Itulah sebabnya faktor ekonomi menjadi penghambat mobilitas sosial, karena kondisi yang kesejahteraan ekonominya kurang memadai akan mempersulit sesorang untuk mendapatkan pendidikan, pelatihan atau bahkan modal yang diperlukan untuk membangun usaha agar bisa memulai usaha dan mendapatkan pekerjaan yang baik dalam mencapai mobilitas sosial ke atas (vertikal).

Selain itu, berikut ini merupakan faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial, dan faktor-faktor berikut umumnya mempengaruhi mobilitas sosial:

Struktur Masyarakat

Struktur sosial masyarakat mempengaruhi mobilitas sosial. Masyarakat dunia dapat dibagi menjadi dua kelompok masyarakat tertutup dan masyarakat terbuka.

Masyarakat tertutup adalah kasta yang ditunggangi (seperti di India) dan status seseorang ditentukan oleh kelahirannya dalam suatu kasta tertentu. Oleh karena itu, dalam masyarakat seperti itu kemungkinan mobilitas sangat kecil karena masyarakat seperti itu tetap berada dalam ikatan kasta dan keturunan.

Tetapi dalam suatu masyarakat terbuka, kesempatan yang setara diberikan, sehingga mendorong mobilitas sosial lebih besar karena kemampuan dan prestasi pendidikan individu yang akan memudahkan akses dalam membantu mobilitas sosial.

Struktur Demografi

Mobilitas sosial terkait erat dengan difusi populasi, ukuran dan kepadatannya. Angka kelahiran dan migrasi penduduk desa ke kota-kota dan kota-kota yang sangat terkait dengan mobilitas sosial.

Pendidikan

Mobilitas sosial dipromosikan melalui pengembangan, penyebaran dan penyebaran pendidikan. Orang-orang yang menerima semakin banyak pendidikan, akan mencapai status sosial yang lebih tinggi dan lebih tinggi.

Dalam masyarakat demokratis, perlu memberikan peluang yang lebih besar untuk mobilitas sosial agar menjadi lebih baik dengan diberikannya kesetaraan politik dan kesetaraan peluang pendidikan, dll. Agar mobilitas sosial bisa terjadi dari kelompok yang lebih rendah ke kelompok yang lebih tinggi.

Materi Mobilitas Sosial


Faktor ekonomi bisa jadi penghambat mobilitas sosial karena keadaan ekonomi yg buruk membikin sesorang kesulitan untuk memperoleh pendidikan, pelatihan maupun modal usaha yg dipakai untuk dapat mendapatkan pekerjaan yg baik maupun memulai usaha, yang penting didalam mencapai mobilitas sosial vertikal naik.

Mobilitas sosial adalah pergerakan tentang tempat di dalam masyarakat yg dilalukan sesorang. Mobilitas sosial bisa dipenuhi dengan melibatkan perubahan didalam posisinya didalam hierarki sosial (mobilitas sosial vertikal) maupun tanpa perubahan posisi (mobilitas sosial horizontal).

Faktor ekonomi sungguh-sungguh berperan berguna didalam mobilitas sosial. Sesorang dengan keadaan ekonomi yg baik akan bisa simpel mengakses proses yg menyokong mobilitas sosial, khususnya pendidikan.

Dengan pra syarat ekonomi yang baik, sesorang dapat belajar di sekolah yang baik dan universitas yg baik pula. di dalam tempat belajar ini, seseorang itu dapatmemperoleh ilmu pengetahuan, kemampuan dan ketrampilan yg akan sangat membantu di dalam dunia kerja.

Sehingga dia akan simpel memperoleh pekerjaan yang baik dan bergaji besar. Dengan ini dia akan simpel menjalankan mobilitas sosial sebab posisinya didalam masyarakat akan naik karena mempunyai pekerjaan dan penghasilan yang besar.

Sebaliknya, orang dengan suasana ekonomi yg buruk akan sulit memperoleh pendidikan. Sehingga dia akan putus sekolah ataupun tak bisa melanjutkan ke perguruan besar. Ketika di dunia kerja, pilihannya akan seadanya dan cuma akan dapat mendapatkan pekerjaan yg sedikit gajinya. Akibatnya dia akan kesulitan memperbaiki posisinya di masyarakat.

Bentuk Mobilitas Sosial

Pembagian bentuk mobilitas sosial didasarkan pada berpengaruh tidaknya hasil perpindahan status sosial yg dialami dengan derajat sosial yg dimiliki. Secara lazim bentuk mobilitas sosial terbagi jadi dua, yaitu vertikal dan horizontal.

1. Mobilitas Sosial Vertikal
Coba bayangkan kamu berada di bagian tengah sebentuk garis vertikal deh. Udah? Nah, ketika kamu berada di posisi itu, kamu memiliki kesempatan buat naik ke atas maupun turun ke bawah ‘kan? Begitu juga dengan mobilitas vertikal yang dibedakan jadi mobilitas sosial vertikal ke atas dan mobilitas sosial vertikal ke bawah. Maksudnya, perpindahan status sosial yang terjadi dapat jadi lebih besar (naik) ataupun lebih rendah (turun). Makanya, mobilitas vertikal yaitu perpindahan status sosial yang dimiliki seseorang maupun kelompok ke status sosial lain yang tak sederajat dari sebelumnya.

2. Mobilitas Sosial Horizontal
Sekarang coba bayangkan kamu berada di tengah semacam garis horizontal deh. Kalau kamu berada di sana, mau kamu pindah ke kanan kek ataupun ke kiri kek, tentu kamu akan tetap di satu tempat yg sejajar ‘kan? Nah, kayak begitulah mobilitas horizontal. didalam mobilitas horizontal, perpindahan status sosial yg dialami seseorang ataupun kelompok tidak akan mengubah derajat sosialnya ataupun akan tetap sejajar kaya sebelumnya.

Contohnya, seorang dokter yg bekerja di salah satu rumah sakit Bandung diharuskan pindah tugas ke tempat tinggal sakit Jakarta. Pada kasus itu, dokter tersebut mengalami mobilitas horizontal, adalah perpindahan tempat kerja akan tetapi tidak mengubah status sosialnya sebagai dokter.

Faktor yang Mendorong Mobilitas Sosial

Setelah mengerti bentuk-bentuknya, kita juga kudu mengerti faktor-fator yg mendorong terjadinya mobilitas sosial. tersedia beberapa faktor pendorong mobilitas sosial, yaitu:

1. Struktural
Faktor ini terkait dengan kesempatan seseorang untuk menempati sebentuk kedudukan serta keluasan untuk memperolehnya. Kalau di Indonesia sih arsitektur masyarakatnya amat terbuka. Jadi, kesempatan kamu untuk menempati berbagai jabatan yg besar, kaya manajer bahkan presiden, jadi lebih besar!

2. Individu
Kalau faktor ini sih terkait dengan kualitas individu yg diamati dari segi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Manusia ‘kan dilahirkan di dalam status sosial yg dimiliki orang tuanya tuh. Nah, seandainya seseorang tidak puas dengan status sosial yang diwariskan, ia bisa berusaha untuk mencapai status sosial yg lebih besar. tetapi, dia kudu berpendidikan terlebih dahulu agar jadi individu yg berkualitas.

3. Ekonomi
Jika situasi ekonomi di dalam masyarakat menjurus baik maka mobilitas sosial pun bisa terwujud. suasana ekonomi yang baik menggarap masyarakat simpel mendapatkan modal, pendidikan, dan kesempatan lainnya. Tapi, kalau kualifikasi ekonominya buruk, masyarakat akan mempunyai penghasilan terbatas sehingga sulit untuk memenuhi seluruh kebutuhannya dan mobilitas sosial tidak akan dapat terjadi.

4. Politik
Faktor yg satu ini benar-benar bergantung pada situasi politik suatu negara. Keadaan negara yg tak stabil akan memengaruhi kualifikasi keamanannya. Untungnya saat ini keadaan keamanan Indonesia sedang baik nih gengs sehingga roda pembangunan pun bisa berjalan. Dengan begitu, ketersediaan dan kelegaan didalam bekerja juga lebih baik sehingga masyarakat mampu menunaikan mobilitas sosialnya.

5. Kependudukan
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah penduduk di Indonesia hampir selalu bertambah dari waktu ke waktu. Pertambahan itu dapat mempersempit lahan pemukiman bahkan meninggikan kemiskinan lho! Makanya, persoalan kependudukan semacam ini mendorong individu dan pemerintah untuk mengarahkan masyarakat agar bermigrasi ke daerah lain sehingga mobilitas sosial pun terjadi.

Faktor yg Menghambat Mobilitas Sosial

Selain faktor pendorong, tersedia juga faktor penghambat bagi mobilitas sosial. seandainya faktor-faktor di bawah ini masih tersedia maka akan sulit untuk masyarakat membuat mobilitas sosial. Adapun faktor penghambat dari mobilitas sosial, yaitu:

1. Kemiskinan
Masyarakat yg mengalami kemiskinan akan kesulitan untuk mencapai status sosial tertentu. Salah satu penyebab kemiskinan yakni pendidikan yang rendah. Emang kenapa kalau pendidikannya rendah? Dengan pendidikan yang rendah, kualitasnya sebagai sumber daya manusia pun juga jadi rendah. Akibatnya, kemampuannya untuk bersaing di dalam mendapatkan pekerjaan jadi terbatas.

2. Diskriminasi
Diskriminasi adalah membedakan perlakuan tentang sesama sebab alasan beda bangsa, suku, ras, agama, dan golongan. Nah, perlakuan membedakan kaya ini benar-benar tidak baik, selain bisa mengakibatkan konflik, juga bisa menghambat mobilitas sosial.

3. Perbedaan Jenis Kelamin (Gender)
Membeda-bedakan jenis kelamin, semacam mempunyai pandangan bahwa derajat laki-laki lebih besar daripada wanita juga dapat menghambat mobilitas sosial, lho! Misalnya, pandangan bahwa perempuan tidak harus berpendidikan besar toh yg bekerja ialah suami. Nah, perilaku kaya itu bisa menghalangi prestasi dan kesempatan seseorang untuk melangsungkan mobilitas agar status sosialnya meningkat.
Newer Post Older Post Home Jasa Content Placement